IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Indonesia Raya Terlewatkan Dalam Pidato Kenegaraan Presiden

presiden-sby indonesiaBicara.com – Jakarta (14/8) Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Nining Indra Saleh meminta maaf lagu karena Indonesia Raya terlewat untuk dinyanyikan dalam Pidato Kenegaraan Presiden SBY di DPR. Nining juga sudah menegur sang pembawa acara.

“MC sudah kita tegur karena semuanya sudah kita latih,” ujar Nining di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2009).

Nining mengaku sudah mempersiapkan bersama acara itu sesuai prosedur tetap. Bahkan seluruh panitia acara melakukan salat maghrib bersama pada 13 Agustus agar semua tugas berjalan dengan lancar.

Meski demikian, Nining berjanji tidak akan mengulangi lagi kejadian itu.

“Saya selaku Sekjen sebagai penyelenggara meminta maaf apabila acara berlangsung kurang sempurna. Namun demikian tidak akan terulang lagi,” janjinya.

Terkait dengan terlewatnya lagu Indonesia Raya dalam Pidato Kenegaraan Presiden SBY di DPR, Ketua DPR Agung Laksono tentunya merasa dipermalukan dengan absennya lagu Indonesia Raya saat membuka sidang paripurna dalam rangka pidato kenegaraan menyambut Kemerdekaan RI ke-64. Agung akan menegur Sekjen DPR dan bahkan memberi sanksi jika terbukti kesalahan itu akibat kelalaian Sekjen.

“Kami tentu akan menegur Sekjen, bagaimana bisa kejadian seperti itu. Untuk kemudian diberi sanksi jika memang terbukti bersalah,” kata Agung usai sidang paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2009).

Menurut Agung, kesalahan seperti itu tidak perlu dibesar-besarkan. Karena siapa pun bisa berbuat salah jika masih manusia. Bahkan presiden pun juga pernah berbuat salah.

“Saya kira sudah biasa, setiap saat bisa terjadi kejadian yang salah seperti itu. Dulu juga pernah terjadi kesalahan seperti ini,” papar Agung.

Sementara itu Wakil Ketua MPR AM Fatwa menilai kesalahan Agung tidak selayaknya terjadi. Karena itu dia meminta semua pihak yang salah harus meminta maaf dan mengklarifikasi.

“Ini pertama kali dalam sejarah Indonesia, pidato kenegaraan peringatan kemerdekaan tidak ada lagu Indonesia Raya. Pokoknya semua pihak harus minta maaf, tidak boleh terulang lagi,” paparnya.

Menurut Fatwa, memang masalah yang terjadi dalam sidang paripurna tadi masalah teknis. Tetapi seharusnya Agung juga memahami kalau setiap sidang kenegaraan wajib dinyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Ini sebenarnya masalah teknis. Ketua seharusnya tahu dong. Saya pikir tadi Pak Agung yang lupa, tapi staf juga tidak mengingatkan. Siapa pun yang salah harus mengklarifikasi dan saya lihat Agung sudah minta maaf,” pungkasnya. (pri)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 4 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.