IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Mahasiswa Buol di Jogja, Tuntut Kapolri Bertanggung Jawab

IndonesiaBicara-Jogja. (03/09/10). Sekitar 30-an Mahasiswa asal Buol, Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tengah se-Yogyakarta melakukan aksi unjukrasa mengecam tindak kekerasan aparat Kepolisian terhadap warga Buol. Koordinator aksi Rahmat Hidayat mengatakan, aksi anarkisme aparat kepolisian yang menyebabkan 8 warga meninggal dan 31 lainya mengalami luka-luka merupakan tindakan pelanggaran HAM terberat selama rezim SBY berkuasa.

“Polisi yang harusnya melindungi warga, tapi kali ini justru menjadi menjadi pembunuh warga. Tindakan ini sudah diluar batas dan melanggar HAM berat,” kata Rahmat Hidayat dalam orasinya di depan Kantor Gubernur DIY Komplek Kepatihan Yogyakarta.

Oleh karenanya, Mahasiswa Sulteng di Yogyakarta menyatakan sikap antara lain penonaktifan Kapolres dan Kapolda Sulteng segera, hukum oknum polisi yang melakukan penembakan pada warga, mendesak Komisi III DPR RI untuk membentuk tim investigasi, menuntut Kapolri bertanggung jawab dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat dan menolak penambahan aparat Kepolisian di Buol karena telah gagal menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Buol.

“Tindakan polisi ini jelas inkonstitusional dan melanggar UUD ’45 sehingga harus ditindak sesuai perundang-undangan yang berlaku di Republik ini,” teriak Rahmat dalam orasinya.

Para pengunjukrasa dalam aksinya juga membentangkan spanduk bertuliskan, “Usut Tuntas Pelanggaran HAM di Kabupaten Buol” dan beberapa poster yang anataralain bertuliskan, “Polisi Pelindung Bukan Pembunuh.” Aksi unjukrasa tersebut dilakukan dari Taman Parkir Abubakar Ali kemudian longmarch menuju titik nol kilometer Yogyakarta. Mereka juga berhenti di depan kantor Gubernur DIY yang terletak di Jalan Malioboro untuk melakukan orasi-orasi.

Konflik antara polisi dengan warga Buol berawal ketika terjadi penganiayaan tahanan yang bernama Kasmir Timunun di Polsek Biau olek oknum polisi hingga menyebabkan tewas secara mengenaskan. Masyarakat kemudian protes dan mempertanyakan kejadian tersebut, namun para Brimob yang berjaga justru melakukan penembakan secara membabi buta hingga menyebabkan 8 warga tewas dan 31 lainnya luka-luka. (yan)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 10 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.