IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Warga Blokir Jalan Akses Pabrik Kopi Torabika

IndonesiaBicara-Cikupa, (10/11/11). Puluhan warga dari Kampung Polu Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa melakukan aksi blokir jalan masuk kedalam pabrik PT Torabika, Tbk yang berada di Jalan Raya Serang KM 12,8, Kamis (11/11). Puluhan warga tersebut melakukan aksi blokir jalan masuk kedalam pabrik pembuatan kopi terkemuka tersebut, alhasil aktifitas kendaraan operasional lumpuh.

Aksi ini juga sempat bersitegang lantaran ada oknum TNI berpangkat Letnan satu yang mengaku dari Denpom 203 Jatake bermaksud untuk menghadang aksi dari warga setempat. Alhasil sempat terjadi adu mulut antara oknum TNI tersebut dengan warga.

“Bapak jangan membela pabrik dong, bela masyarakat. Memang bapak mengabdi untuk pabrik apa, bukan untuk masyarakat,” ketus Muhklis koordiantor aksi.

Setelah aparat kepolisian dari sektor Cikupa datang dan melerai kesalahpahaman tersebut, akhirnya massa kembali tenang dan melanjutkan aksi blokir jalannya. Aksi yang digelar sejak pukul 08.00 WIB, menuntut agar pihak perusahaan membagi pengolahan limbah tersebut kepada warga sekitar. Aksi ini merupakan aksi lanjutan lantaran pihak perusahaan tidak memberikan kepastian kepada masyarakat sekitar.

“Kami yang membantu pembangunan pabrik, kami yang memberikan izin HO (izin gangguan), tetapi malah orang lain yang menikmati pengolahan limbah di pabrik ini. Kemana pikiran kalian,” ujarnya.

Muhklis menjelaskan, dahulu dirinya beserta warga mengaku telah melakukan perjanjian secara lisan dengan pihak manajemen. Untuk membantu pembangunan pabrik dengan iming-iming pengolahan limbah sisa produksi pabrik tersebut diberikan kepada warga sekitar untuk dikelola atau di daur ulang. Namun pada kenyataannya limbah-limbah tersebutmalah dikelola oleh seorang tengkulak limbah bernama Supardi.

“Limbah-limbah tersebut sekarang malah dikelola oleh Supardi, dan ada seorang oknum Polisi bernama Azazi yang berdinas di Pospol Citra raya yang turut melakukan pengolahan limbah-limbah tersebut. Kami yang warga asli sini malah tidak memiliki hak atas limbah-limbah tersebut,” tegasnya dengan nada tinggi. (Aditya)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 13 + 12 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.