IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Wakil Gubernur Sumsel Buka Diskusi Panel Deradikalisasi di Hotel Swarna Dwipa

Para narasumber Seminar Deradikalisasi di Hotel Swarna Dwipa Palembang, (26/10).

IndonesiaBicara-Palembang, (26/10/11). Wakil Gubernur Prov Sumsel H Eddy Yusuf membuka acara diskusi panel deradikalisasi dengan tema “Peran Alim Ulama Dalam Menangkal Gerakan Radikalisme dan Terorisme” di Ruang Mahameru Hotel Swarna Dwipa Jalan Tasik No 2 Palembang, Rabu (26/10).

Acara juga dihadiri oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol S Gintinggi, Ketua FUI Sumsel Umar Said, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel Romli, Ketua IDRESS Sumsel, Ligal Bastion, Staf Ahli IDRESS Ardiya Saptawan dan Alex Abdullah, Kepala Sekolah SMK 6, SMK 2, SMA 17 serta guru dan OKP di Kota Palembang.

Wakil Gubernur Prov Sumsel H Eddy Yusuf pada saat membuka acara Diskusi Panel yang selengarakan IDRESS Sumsel mengatakan IDRESS memberikan sumbangsih kepada pemerintah terhadap apa-apa yang bergejolak secara nasional, ini salah satunya.

“Kemarin tentang kesatuan bangsa sekarang sudah bergeser masalah radikalisme dan teror,” kata Eddy yang terlihat sangat apresiasi atas kegiatan Diskusi Panel ini.

“Dengan peserta yang beraneka ragam serta dilibatkannya para tokoh-tokoh agama, pemerintah dan tokoh masyarakat, kegiatan ini mudah-mudahan berperan untuk mencegah, meredam atau mengurangi serta meniadakan aliran-aliran sesat yang mengarah ke teroris,” ungkapnya.

Sedangkan Direktur IDRESS HM Zen Syamsuddin dengan terselengarannya Diskusi Panel menjelaskan tujuan dari diskusi panel ini hanya untuk menyamakan persepsi dan mengantisipasi bahaya laten atau bahaya tersembunyi dari teroris yang pergerakannya terselubung, dan terhadap pemerintah hendaknya jangan main “tembak” tetapi hendaknya dengan komunikasi dan pendekatan, jelas Zen.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel Romli terhadap peran ulama dalam rangka menangkal gerakan terorisme dan radikalisme mengatakan gerakan terorisme dan radikalisme adalah gerakan yang bersifat konspiratif yang bukan hanya bersifat lokal dan regional namun bersifat internasinal.

Terhadap permasalahan teroris ini Pemerintah Indonesia sudah menyatakan perang terhadap gerakan teroris karena merupakan gerakan atau kekerasan sedangkan radikalisme merupakan paham yang menghendaki adanya perubahan yang berawal dari ketidakpuasan dengan keadaan yang dihadapi.

Sedangkan terhadap penangganan terhadap teroris yang dinilai sebagian kalangan lambat dalam kinerja Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol S Gintinggi menyatakan sampai dengan hari ini Polri sudah banyak mengungkap kasus-kasus teror yang ada.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol S Gintinggi juga mengatakan, otak pelaku teror sudah lama dicari termasuk beberapa pelaku yang menyababkan teror baru-baru ini dimana Polri sudah melakukan beberapa pengungkapan.

“Hanya sja saya sangat mengapresiasikan kegiatan ini karena Polisi jangan didiami dan jangan dibiarkan bekerja sendiri dalam upaya penegakan hukum mengatasi aksi-aksi teror-teror ini, diperlukan upaya bersama dalam rangka pencegahan,” katanya

Karena kita berperang dengan paham, bahwa kita memiliki keanekaragaman ada keragaman itu merupakan paham pokok yang setiap warga pahami, terhadap paham yang berada di luar itu inilah yang diperlukan setiap komponen untuk memberikan pencerahan, ujarnya. (Anto)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 13 + 10 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.