IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Upaya Pemkab Karangasem Dalam Mempercepat Atasi Kemiskinan

IndonesiaBicara-Amlapura (16/09/10). Upaya serius Pemkab Karangasem untuk mengeliminir dan mengurai kemiskian ditunjukkan melalui upaya melakukan pemetaan penyebab kemiskinan sebagai cikal bakal untuk menuntaskan penanganan angka Kepala Keluarga (KK) miskin yang masih relatif tinggi yakni 33.198 KK.

Menurut Kepala Badan Pemberdayan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Drs I Wayan Gede Mustika, sesuai dengan hasil input data mengenai investarisasi penyebab kemiskinan dari Kecamatan diharapkan dapat menyelaraskan upaya penanganan kemiskinan yang akan diprogramkan dalam APBD 2011 sehingga lebih tepat sasaran mencapai penurunan angka kemiskinan.

Dikatakan Mustika, untuk Kecamatan Rendang terangkum jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 1.300 RTM dari 6 desa dengan penyebab kemiskinan antara lain kurangnya infrastruktur jalan, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya modal, rendahnya ketrampilan, sempitnya lahan garapan dan kurangnya air bersih. Untuk Kecamatan Sidemen tercatat jumlah KK miskin mencapai 2.032 KK dari 10 desa dengan rincian penyebab rusaknya infrastruktur, rendahnya pendidikan, kurangnya permodalan, rendahnya ketrampilan, sempitnya lahan garapan, sulitnya pemasaran hasil pertanian dan kurangnya air bersih.

Untuk Kecamatan Manggis yang tediri dari 12 desa tercatat 1.659 KK miskin dengan penyebab faktor geografis dimana penduduk banyak tinggal di daerah perbukitan, kurangnya air bersih, pekerjaan tidak tetap, kurangnya ketrampilan serta adanya pemecahan KK dengan penonjolan yang tua dan sakit-sakitan.

Sementara itu di Kecamatan Karangasem jumlah KK miskin yang dipetakan dari 11 desa berjumlah 8.043 KK dengan kategori penyebab antara lain rendahnya kemampuan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya permodalan, rendahnya ketrampilan, sulitnya pemasaran hasil produksi, kurangnya air bersih dan adanya sikap mental miskin masyarakat. Di Kecamatan Abang yang memiliki jumlah desa 14 desa mencatat jumlah KK miskin sebanyakl 6.151 KK dengan catatan penyebab antara lain kurangnya ketrampilan, rendahnya tingkat pendidikan, pendapatan masyarakat relatif kecil, rendahnya tingkat kesehatan, tidak memiliki pekerjaan tetap, lahan garapan sempit, kurangnya modal, kurangnya infrastruktur jalan, kurangnya air bersih dan sulitnya pemasaran hasil industri rumah tangga.

Untuk Kecamatan Bebandem yang memiliki 8 desa mencatat KK miskin sebanyak 5.405 KK dengan pemetaan penyebab kemiskinan seperti kurang dan rusaknya infrastruktur jalan, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya modal, rendahnya ketrampilan, sempitnya lahan garapan dan sulitnya pemasaran hasil pertanian. Untuk Kecamatan Selat yang terdiri dari 8 desa jumlah KK miskin sebanyak 2.657 KK dengan alasan kebanyakan bekerja sebagai petani penggarap, tidak memilkiki pekerjaan tetap, kurangnya ketrampilan, kurangnya permodalan serta rendahnya tingkat pendidikan. Di Kecamatan Kubu dengan 9 jumlah desa KK miskin tercatat 5.951 KK, dengan penyebab rendahnya pendidikan dan tidak merata, kurangnya air bersih, pemukiman penduduk yang menyebar, pengaruh sosial budaya, kurangnya infrastruktur jalan, iklim yang tidak menentu, geografis yang berbukit dan kurangnya pasokan listrik.

Dari gambaran pemetaan kemiskinan demikian diharapkan dapat dirujuk leh SKPD untuk ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja dengan memaksimalkan dukungan anggaran APBD 2011 serta tahun-tahun selanjutnya. (Din/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 4 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.