Indonesiabicara.com—TIGARAKSA (14/9/2017) Ratusan masyarakat Kabupaten Tangerang menghadiri kegiatan dialog kebangsaan yang diadakan oleh Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA), dengan mengambil tema “Strategi Deradikalisasi Dalam Pemahaman Keagamaan” bertempat di aula kantor Kementrian Agama Kabupaten Tangerang, Kamis (14/9).
Ketua Forum Pemuda Lintas Agama Kabupaten Tangerang Rois Maliki mengatakan, Kegiatan dialog kebangsaan yang dihadiri para tokoh dan pemuda lintas agama bertujuan untuk meningkatkan rasa kebersamaan sesama umat beragama yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Sesama umat beragama harus dapat saling menghormati dan jangan mudah terprovokasi sehingga NKRI akan semakin kuat, tidak mudah terhasut oleh faham-faham yang berasal dari luar dengan tujuan memecah persatuan antara umat beragama”, terang Rois.
Lanjut Rois, pemuda saat ini sudah pintar dan tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang sifatnya tidak jelas atau hoax. Sebagai seorang pemuda harus dapat bersikap kritis dan objektif terhadap suatu informasi dan harus dapat menyikapi dengan baik. Toleransi antara umat beragama di Kabupaten Tangerang harus tetap terjaga dengan baik tanpa harus adanya konflik yang akan merugikan masyarakat.
Selain itu salah satu narasumber dari Anggota Penasehat Forum Doktor UI Dr. Tuswoyo Giri Admojo menjelaskan, Faktor lahirnya faham radikal antara lain adanya faktor dari eksternal seperti masuknya sistem khilafah dan faham ISIS, yang dalam prakteknya dimaknai oleh masyarakat dalam kriteria yang tidak mendalam, sehingga banyak yang dalam aksinya hanya merugikan umat manusia.
“Masyarakat harus dapat lebih memaknai faham-faham dari luar negeri lebih dalam, jangan menerima suatu ajaran lalu diterjemahkan tanpa mengerti dan maknanya faham tersebut”, tandas Tuswoyo (Adit/*)

Tinggalkan Balasan