IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Tahun 2014, Masyarakat Diminta Antisipasi Aksi Terorisme

IndonesiaBicara.com-SERPONG (01/01/14). Memasuki tahun 2014, aksi terorisme diperkirakan masih marak terjadi, untuk itu semua pihak diharapkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar dan mewaspadai bahaya terorisme tersebut.

Demikian dijelaskan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan, Abdul Rojak dalam Tabligh Akbar di Masjid Al-Ikhlas, Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan,  Senin (31/12).

Tabligh Akbar dan Dzikir pergantian tahun 2013 ke 2014 dengan tema Menolak Paham Radikalisme dan Terorisme ini, dihadiri sedikitnya 500 jamaah dari Serpong sekitarnya dan juga dari jamaah Majelis Dzikir Raudhatul Mahabbah.

Menurut Abdul Rojak, Saat ini perilaku aksi terorisme sudah cukup  memperihatinkan dengan melakukan aksi bom bunuh diri, penembakan terhadap Aparat Kepolisian dan cara-cara lainnya yang membuat resah masyarakat.

“Jaringan terorisme juga merekrut anak-anak muda yang mudah dipengaruhi sehingga mau melakukan aksi bom bunuh diri. Saya berharap dengan adanya Tabligh Akbar, seperti ini bisa memberikan pengertian kepada masyarakat khususnya anak-anak muda agar tidak direkrut oleh para jaringan teroris”, kata Rojak

Rojak megatakan bahwa Islam menolak cara-cara kekerasan dan lebih mengedepankan upaya damai dalam menyelesaikan permasalahan.

“Jika ada perbedaan jangan selalu main serang dan merugikan orang lain, karena jika hal ini yang dikedepankan maka akan memberikan image negatif bagi Islam itu sendiri”, jelasnya.

Terlebih lagi tahun 2014 ini akan memasuki tahun Pemilu, Rojak berharap agar masyarakat Serpong bisa menyampaikan aspirasi politiknya dan jangan golput atau yang lebih ekstrim lagi dengan melakukan tindakan kekerasan maupun sabotase.

“Pemilu merupakan cara yang tepat untuk memilih wakil kita di DPR dan DPRD serta dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden kita nanti”, papar Rojak.

Penceramah dalam Tabligh Akbar ini, Sirojuddin Al-Yamani yang merupakan pengurus MUI Serpong, mengingatkan tentang sifat dan karakteristik Umat Islam sesuai Al-quran adalah umat pertengahan.

“Faham radikal merupakan ajaran yang keras dan terlalu berlebihan. Banyak faham-faham radikal yang menyalahartikan jihad, padahal jihad hanya dilakukan sebagai pembelaan diri bukan untuk menyerang”, jelas Sirojuddin.

Islam, tambah Sirojuddin tidak pernah mengajarkan untuk menyerang orang-orang sipil, kaum perempuan dan anak-anak meskipun mereka berbeda agama, hal ini tidak dibenarkan dalam etika jihad yang sesungguhnya diajarkan oleh Rosulluloh SAW.
“Meskipun adanya penyerangan dinegara-negara Islam, tidak bisa dijadikan alasan melakukan penyerangan warga sipil asing di negara kita yang dalam kondisi damai”, kata Sirojuddin.

Umat Islam yang terbaik berada dalam posisi tengah, pihaknya menolak faham radikalisme dan juga menolak faham liberalisme. Karena kedua faham ini terlalu keras dan juga terlalu bebas dalam ajarannya.

Sementara itu pimpinan Majelis Dzikir Raudhatul Mahabbah, Muhammad Yusuf Bin Yahya, mengingatkan kepada umat Islam dalam memasuki tahun 2014 untuk senantiasa berdzikir dan tidak berhura-hura.

“Tahun 2014 kita harus menolak maksiat maupun minum-minuman keras. Seharusnya di tahun baru 2014 umat Islam memperbanyak dzikir dan juga cara-cara yang baik seperti Tabligh Akbar yang mententramkan umat”, pungkasnya. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 2 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.