IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Tahun 2012 Diskes Karangasem Habiskan 1872 VAR Untuk Manusia

IndonesiaBicara.com-Amlapura, (06/03/2012). Selama Januari hingga Pebruari 2012 Dinas Kesehatan Karangasem sudah menghabiskan 1872 Vaksin Anti Rabies (VAR). Ribuan VAR untuk manusia habis setelah selama dua bulan terjadi 504 kasus gigitan anjing, masing-masing Januari 278 gigitan dan Pebruari 226 gigitan. Warga khawatir gigitan anjing liar bisa berakibat kematian.

Kadis Kesehatan Karangasem IGM Tirtayana, Senin (05/03) mengatakan tahun 2012 Karangasem di bantu penyediaan VAR dari Pemprov Bali sebanyak 2500 vial. Dari jumlah itu, hingga Senin (5/3) masih tersisa 628 vial. VAR ini disebar di empat rabies center yang ada di Karangasem. Diantaranya, RSUD Karangasem, Puskermas Kubu II, Puskesmas Selat II, dan Puskesmas II Manggis.

“Jadi nanti kalau ada gigitan anjing liar, bisa langsung menuju rabies center terdekat, sehingga bisa cepat ditanggulangi”, katanya.

Tirtayana menceritakan, kasus rabies tahun ini tak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Sejak awal kemunculannya di Karangasem pada tahun 2009, kasus rabies merenggut lima orang tewas. Kasusnya kemudian meningkat pada tahun 2010. Jumlah korban tewas saat itu mencapai 29 orang. Kemudian tahun 2011 kasus rabies kembali merenggut tiga korban tewas.

“Tahun ini, sampai bulan Maret ini belum ada laporan korban meninggal akibat rabies. Mudah-mudahan persedian VAR tak terganggu. Sehingga jika terjadi gigitan, bisa segera di vaksin”, kata Tirtayana.

Satu gigitan ajing liar, memerlukan empat VAR. Dua VAR diperlukan saat terjadi gigitan, satu VAR diberikan tujuh hari setelah gigitan, dan satu VAR lagi diberikan 21 hari setelah terjadi gigitan. VAR diberikan Pemprov Bali setelah ada permintaan dari Diskes Karangasem. Satu vial VAR harganya sekitar Rp 125 ribu.

Menurut Tirtayana didampingi Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan, Gede Suryawan, sekarang bukan masalah berapa ada VAR, namun bagaimana sekarang menekan pertumbuhan anjing. Kadang langkah eliminasi kalah dengan kecepatan pertumbuhan anjing. Satu induk anjing bisa melahirkan enam anak anjing. Celakanya jika semua itu tidak dipelihara dengan baik, maka usaha untuk mewujudkan Bali bebas rabies tahun 2012 sulit diwujudkan. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 3 + 7 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.