IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Sultan HB X: Siswa Jangan Percaya SMS

IndonesiaBicara-Jogja, (06/05/10). Gubernur DIY Sri Sultan HB X berpesan kepada para siswa yang akan mengikuti ujian ulangan bagi siswa SMA/SMK dan yang sederajat untuk tidak mempercayai SMS jawaban soal ujian yang biasanya datang menjelang ujian berlangsung. Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan, SMS jawaban soal ujian yang dikirimkan ke siswa hanya akan membuat siswa menjadi bimbang dan ragu dalam mengerjakan soal-soal ujian. Padahal sebelumnya para siswa tersebut sudah mempersiapkan dengan percaya diri, namun dengan keberadaan SMS jawaban konsentrasi siswa menjadi terpecah.

“SMS tentang soal ujian lebih baik dibiarkan saja karena hanya mengecoh, biarkan aja itu hanya mengecoh. Jangan dijadikan harapan, karena itu hanya harapan hampa,” kata Sultan dalam acara Silaturahmi dan Motivasi bagi siswa yang tidak lulus Ujian Nasional (UN) di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Kamis (06/05).

Sri Sultan HB X memberikan motivasi pada para siswa agar menjalankan ujian dengan penuh percaya diri dan yakin dapat mempergunakan kesempatan sebaik-baiknya. Siswa diimbau tidak memiliki rasa penyesalan karena gagal dalam menjalankan UN sebelumnya. Selain itu, keberadaan sekolah juga harus mendukung, kondisi yang nyaman tentunya tidak mengganggu konsentrasi siswa saat melaksanakan ujian. Pengawas ujian dan juga petugas berseragam juga dilarang mondar-mondir atau keluar masuk kelas, karena hanya membuat siswa menjadi tertekan.

“Pengawasan maupun petugas yang berseragam agar tidak mondar-mandir atau malah keluar masuk kelas yang membuat siswa menjadi tertekan dan memecah konsentrasinya,” kata Sultan.

Menurut Sultan, persiapan mental dalam menghadapi ujian menjadi sangat penting bagi para siswa. Karena tanpa mental yang kuat para siswa hanya terbebani dengan masalah-masalah seperti tidak percaya diri atau minder yang membuat siswa menjadi bimbang dalam melaksanakan ujian.

Salah seorang Siswa dari MAN I Yogyakarta, Ulin dalam kesempatan tersebut menyampaikan uneg-unegnya antara lain agar UN tidak menjadi standar kelulusan melainkan sebagai salah satu parameter untuk memetakkan persoalan-persoalan pendidikan di Indonesia. Ulin juga mengungkapkan bahwa dalam menghadapi ujian ulangan ini, mentalnya sudah tidak sekuat saat menghadapi UN pertama. Perasaan malu karena tidak lulus masih cukup kuat menghinggapi dirinya dan teman-temanya.

“Saya berharap agar UN tidak menjadi standar dalam menentukan kelulusan melainkan sebagai acuan dalam memetakkan masalah,” ungkap Ulin dihadapan Sri Sultan HB X.

Avilia Fitriani, salah seorang siswa SMK 4 YK menyatakan dirinya menjadi lebih optimis setelah mendapatkan motivasi dari Sultan, dan berharap dapat mengerjakan dengan lebih baik.

Pertemuan Gubernur DIY Sri Sultan HB X dengan sekitar 400-an siswa yang mewakili 9.237 siswa SMA/MA, SMK dan yang sederajat seluruh DIY terebut juga dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-DIY dan juga para Guru.

Kepala Dinas Pendidikan DIY Prof Suwarsih Madya berharap pertemuan tersebut benar-benar dapat memotivasi para siswa dalam mengikuti ujian ulangan. Pelaksanaan ujian ulangan bagi siswa yang tidak lulus UN akan berlangsung dari tanggal 10 hingga 14 Mei 2010. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.