IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Sticky Hadir Di Living World Alam Sutera

Product Sticky

Product Sticky

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan (23/07/12). Permen identik dengan konsep ceria penuh warna dengan beragam rasa dan bentuk. Namun di dunia Sticky, permen tidak lagi hadir biasa melainkan lebih playful dengan penyajian personal, dalam artian dibuat langsung dengan tangan. Konsep handmade candy ini diperkenalkan oleh David King asal Sydney, Australia. Berbeda dengan gerai-gerai permen pada umumnya yang hanya memajang permen dalam ragam warna, bentuk dan rasa, di Sticky, pengunjung bisa secara langsung melihat pengolahan permen dari bahan dasarnya hingga menjadi bentuk akhirnya, permen berwarna-warni. Bahkan pengunjung pun bisa memesan bentuk permen yang mereka sukai. “Bisa dikatakan Sticky sebagai perpaduan dari seni kerajinan tangan, pahat, masak, pertunjukkan dan hiburan menjadi satu,” ujar Managing Director dari Gading Food Group Henky Rusli, pemegang lisensi Sticky Indonesia. Pertama kali, Sticky hadir di Indonesia di Mal Taman Anggrek pada November lalu. Kini, Sticky membuka gerai keduanya di Living World Alam Sutera, Tangerang. Berkenaan dengan datangnya bulan suci Ramadhan, Sticky menghadirkan permen dengan nuansa bulan suci dan hari raya dengan desain menarik berbentuk Ketupat juga tulisan Idul Fitri 1433H, Maaf Lahir Bathin dan Selamat Hari Raya. “Sticky menghadirkan edisi spesial bulan Ramadhan. Dengan menghadirkan bentuk-bentuk permen bernuansa ramadhan dan hari raya, kami juga berharap Sticky bisa menjadi alternatif sebagai kudapan awal berbuka puasa,” kata Henky. Keistimewaan Sticky terletak di dapur yang terbuka dan hanya dilapisi kaca, sehingga setiap melewati gerai Sticky, langsung terlihat si pembuat permen. Ibarat panggung pertunjukkan permbuatan permen, bongkahan gula diolah dan dibentuk langsung di depan mata diatas 3 wajan datar seluas 6 meter. Interior dekor keseluruhan gerai dengan mayoritas warna merah jambu menambah kesan ceria, enerjik dan fun dengan hiasan permen Sticky dan lollipop buatan tangan. Sticky menghadirkan produk permen “rock candy” dan lollipop buatan tangan dengan kurang lebih 70 varian rasa dan ukuran. Salah satu produk unggulannya adalah “rock candy” dan lollipop yang dapat dipesan sesuai keinginan baik itu dari segi rasa, ukuran dan tulisan/gambar. Harga yang ditawarkan berkisar dari Rp.15.000 – Rp.79.000. Sedangkan kisaran harga untuk pesanan khusus “rock candy” dan lollipop berbeda-beda tergantung kuantitas dan kerumitan desain permen yang diinginkan. “Kelemahannya terbatas oleh waktu karena memang buatan tangan, bukan menggunakan mesin”, ujar Shandy Suhendi, “candy maker” pertama dari Indonesia yang diterbangkan ke Sydney, Australia dan dilatih langsung oleh founder Sticky, David King. Banyaknya kreasi dari permen Sticky membuat banyak dari perusahaan korporasi ataupun individual yang khusus meminta untuk dibuatkan permen sesuai identitas untuk acara-acara tertentu. Satu lagi keunggulan permen Sticky yaitu kandungan dari permennya yang 100% glukosa, fat free dan bebas gluten. (rintho/rls)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 11 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.