IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Siswa SD Citra Berkat Belajar Membuat Kompos Organik

Indonesiabicara.com—PANONGAN (14/09/2013)   Bertempat di instalasi pengolahan sampah Citra Raya Cikupa, Kabupaten Tangerang,  ratusan siswa dan siswi SD Citra Berkat Kecamatan Panongan memilih sampah organik dan anorganik untuk dipisahkan. Kemudian, sampah organik yang sudah terpisah tersebut dibawa kesebuah alat penggilingan. Setelah hancur, lalu dimasukkan kedalam tabung berukuran besar, yang diberinama mesin komposter, untuk diproses menjadi pupuk kompos organik.

 

Estate Managemen Cintra Raya Meita Mediawati menerangkan, kegiatan ini adalah rangkaian dari program Eco Green 2013, yang diselenggarakan oleh managemen Citra Raya. Dan, dalam acara para siswa diajarkan bagaimana mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, serta bio gas yang menghasilkan gas methanol, dan dapat digunakan sebagai bahan bakar. Tak hanya itu saja, mereka juga diajak bagaimana cara menanam berbagai tumbuhan, seperti sayuran, sampai dengan pemanenan.

 

“Kami mengajak anak-anak untuk membuat pupuk kompos, lalu menanam berbagai jenis tanaman dan sayuran sampai dengan proses pemanenan ini, merupakan rangkaian dari program Eco Greend 2013 Citra Raya, sebagai kota Eco Culture,” ujar Meita, kemarin.

 

Kenapa anak-anak yang menjadi obyek dalam program Eco Green ini, kata Meita, karena menanamkan kepada mereka tentang wawasan lingkungan sejak dini, akan lebih mudah membentuk karakter mereka setelah dewasa nanti, terutama dalam hal mencintai lingkungan.

“Kalau sudah tertanam jiwa kecintaannya terhadap lingkungan sejak kecil, setelah mereka dewasa nanti kan sudah tidak perlu lagi diingatkan, malah sudah bisa menularkan prilaku serta kesadarannya dalam memelihara lingkungan,” paparnya.

 

Adapun mengenai instalasi pengolahan sampah di area Citra Raya ini sendiri, ujar Meita, merupakan program Citra Raya dalam memanfaatkan sampah pasar serta sampah rumahtangga yang semakin hari jumlahnya semakin menumpuk. Dan, dengan diolahnya sampah-sampah tersebut menjadi pupuk kompos, selain mengurangi jumlah sampah yang ada di lingkungan Citra Raya dan sekitarnya, juga mempunyai manfaat sebagai pupuk dalam mengimplementasikan Eco Green, atau kota Eco Culture yang berwawasan lingkungan yang hijau.

 

Franssiscus Yohanes, salah seorang menagemen Citra Raya juga mengatakan, dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos ini, Citra Raya mempunyai 5 mesin komposter, dangan kapasitas masing-masing bisa memproduksi 2 ton kompos per-11 hari.

“Sampah yang kita oleh menjadi kompos ini kita ambil dari sampah rumahtangga di Kompleks Citra Raya, City Market, dan Pasar Cikupa. Namun, dalam kapasitas tersebut, sejauh ini hanya baru bisa untuk memenuhi kebutuhan tanaman yang ada di wilayah Citra Raya saja. Namun kita berharap, kedepan kita bisa memenuhi kebutuhan pupuk kompos kepada masyarakat secara luas,” katanya.

 

Simon, salah seorang siswa SD Citra Berkat yang mengikuti program belajar membuat kompos tersebut mengatakan, ini merupakan pengalaman baru buat dirinya.

“Saya jadi tahu bagaiman cara membuat pupuk kompos, dan bagaimana caranya menanam. Pokoknya menyenangkan,” pungkasnya.(Aditya/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 7 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.