IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Sikapi Pilpres, Forum Keluarga Besar Mahasiswa Untuk Bangsa Gelar Aksi

IndonesiaBicara.com-JAKARTA (14/07/14). Proses Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 lalu terus menjadi sorotan. Kali ini mahasiswa  yang mengatasnamakan Forum Keluarga Besar Mahasiswa Untuk Bangsa menggelar aksi unjukrasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, Senin sore (14/7).

Dalam aksinya mahasiswa dari Forum Keluarga Besar Mahasiswa Untuk Bangsa ini mengutarakan bahwa baru saja Bangsa Indonesia melakukan pesta demokrasi dengan memilih calon pemimpin untuk 5 tahun kedepan.

“Pemilu 2014 merupakan torehan sejarah bagi Rakyat Indonesia dalam menentukan nasibnya bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk generasi – generasi selanjutnya. Apakah kita tetap ingin merasakan penderitaan yang terjadi selama ini ataukah kita ingin melepaskan belenggu penjajahan yang sudah mengeruk habis sumber daya alam dan manusia Indonesia”, ucap Boma Angkasa Korlap aksi unjukrasa.

Menurut Mahasiswa, Pemilihan umum saat ini memunculkan beberapa prediksi – prediksi hasil perhitungan suara yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga survei atau hasil Quick Count.

“Quick Count dijadikan sebagai patokan dalam menentukan siapa pemenang pemilihan presiden tanpa berpatokan dengan Real Count yang dikeluarkan oleh KPU. Ditambah, kurangnya penilaian obyektif dan terlihat memihak yang diberitakan beberapa media baik elektronik maupun cetak”, lanjut mahasiswa Univ. Pamulang ini.

Ia menambahkan, proses inilah yang menjadi salah satu pintu masuk intervensi asing dalam mengubah opini publik yang seakan – akan pemenang Quick Count berarti dia yang menjadi pemenang Pemilu, fakta ini di perkuat dengan pernyataan dukungan Negara-negara terhadap kemenangan salah satu calon presiden berpijak kepada kemenangan suara di salah satu wilayah negara.

“Dengan situasi yang tercipta atas penggiringan opini publik hasil¬† Quick Count menyebabkan gejolak atmosfer politik di Indonesia menjadi memanas dan mendorong pihak keamanan menaikan status siaga 1 bagi daerah – daerah yang berpotensi timbul konflik perpecahan”, pungkas Boma.

Forum Keluarga Besar Mahasiswa Untuk Bangsa merupakan gabungan dari KBM Universitas Pamulang (Unpam), KB Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ Ciputat), KB Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan Kusuma Negara (STIKIP KN).

Dalam aksinya mahasiswa juga menyampaikan pernyataan sikap, yaitu :

Kita adalah bangsa yang merdeka sesuai apa yang termaktub didalam ruh teks proklamasi kemerdekaan.

Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu segala bentuk penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dengan kesadaran akan kesejahteraan, persatuan dan keadilan sudah seharusnya Rakyat Indonesia tidak terprovokasi atas upaya – upaya adu domba, sama halnya saat bangsa belanda memecah belah Nusantara yang kita kenal dengan politik devide et impera.

Bahwa adanya Quick Count, sama saja kita membuka pintu pihak asing dalam merubah opini publik yang seolah – olah hasil Quick Count lebih akurat dibandingkan Real Count dari KPU. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 7 + 4 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.