IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Sikap Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI)

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan (01/04/2012). Menyikapi hasil rapat paripurna DPR-RI yang menunda kenaikan harga BBM. Humas Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI),  Sulthan Muhammad Yus menilai keputusan rapat paripurna DPR adalah keputusan menipu rakyat.  Dengan memainkan pasal-pasal, para anggota DPR yang pro pemerintah telah membodohi rakyat.

“Mereka berdalih tidak menaikkan harga BBM pada 1 April, padahal. pasal 7 ayat 6a Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011, tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012 isinya memperbolehkan pemerintah mengubah harga BBM jika harga minyak mentah  mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata 15 persen dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, itu merupakan pemberian jaminan kepada pemerintah untuk menaikkan harga BBM”, kata Sulthan Muhammad Yus.

Muhammad Yus menjelaskan, sudah dapat dipastikan dalam waktu 6 bulan ke depan, pemerintah akan menaikkan harga BBM. Karena jaminan tersebut sudah diberikan DPR. Tipu daya yang dilakukan Partai Golkar, Demokrat, PAN, PKB, PPP merupakan hal yang tidak dapat diterima secara etis.

“Fraksi menipu rakyat seolah-olah tidak setuju kenaikan BBM, padahal mereka setuju. Hal ini mereka lakukan agar dapat simpati rakyat menjelang Pemilu 2014”, jelasnya.

Karena itu, GMI menyatakan sikap:

1)   Tolak keputusan paripurna DPR mengenai penambahan ayat 6a di pasal 7. Karena itu berarti DPR menyetujui BBM naik dalam enam bulan ke depan dan penambahan poin itu adalah pembodohan dan penipuan terhadap rakyat.

2)   Bubarkan Partai Golkar, karena partai Orde Baru ini merupakan otak di balik penipuan penambahan ayat 6a di pasal 7 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011, tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012

3)   Mengutuk Partai-Partai pro kenaikan BBM seperti Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, PKB, dan PAN.

4)   GMI juga mengajak dan menyerukan kepada mahasiswa, rakyat, dan buruh untuk mengepung kantor-kantor partai pro kenaikan BBM seperti Partai Golkar, Demokrat, PAN, PPP, PKB.

5)    Mengajak dan menyerukan kepada mahasiswa, rakyat, dan buruh untuk mengampanyekan “Jangan Pilih Partai Pro Kenaikan Bbm: Golkar, Demokrat, PAN, PPP, dan PKB”.

“Kami akan terus turun kejalan untuk memperjuangkan agar harga BBM benar-benar tidak naik dan mahasiswa tidak mau terseret dalam skenario yang dimainkan oleh elit-elit politik”, tegas Sulthan Muhammad Yus (rintho)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 4 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.