IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

“Sekolah Satu Atap” Atasi Minimnya Tenaga Pengajar di Papua

Indonesiabicara|PAPUA 04/01/2022 Kepala Dinas Pendidikan Papua, Elias Wonda, Mengatakan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua sudah mulai menjalankan program pembangunan sekolah satu atap berpola asrama di tanah Papua.

Untuk wilayah Jayapura tidak ada pembangunan gedung baru, namun akan menggunakan fasilitas yang sudah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura. Sedangkan untuk wilayah gunung, Dinas Pendidikan sudah mulai membangun “sekolah satu atap” berpola asrama di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Pembangunan tersebut merupakan anggaran dari Pemerintah Pusat, sementara Pemerintah provinsi hanya menyediakan tanahnya saja.

“Sekitar Rp8-9 miliar dana yang disediakan untuk membangun sekolah di Wamena”, ujar Wonda.

Wonda menambahkan bahwa pembangunan sekolah berpola asrama sebenarnya dirancang pada tahun 2017, hanya saja pembangunannya menjadi tertunda karena beberapa kegiatan. Oleh karenanya, pembangunan sekolah satu atap berpola asrama ini merupakan program yang mesti tuntas diwujudkan, sebab sangat tepat untuk dibangun pada daerah yang memiliki letak geografis sulit. Sehingga diharapkan dapat mengejar ketertinggalan.

“Sebab sekolah satu atap ini juga diyakini mampu menjawab kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah pedalaman maupun perkotaan. Sehingga program ini, diharapkan segera diterapkan pada lima wilayah adat, khususnya di daerah terluar, terdepan dan tertinggal”, tambah Wonda. Menyikapi hal tersebut, peneliti MPPI, Muhammad Irandito, mengatakan bahwa Sekolah satu atap merupakan solusi bagi siswa yang tinggal jauh dari pusat pendidikan, karena mereka akan ditempatkan pada sekolah itu (berasrama).  Jadi mereka bisa tinggal di sekolah itu sekaligus mendapatkan pendidikan yang memadai.  Selain itu, sekolah satu atap juga merupakan solusi bagi minimnya tenaga pengajar di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

“Sekolah satu atap merupakan solusi bagi siswa yang tinggal jauh dari pusat pendidikan, karena mereka akan ditempatkan pada sekolah itu, bahkan berasrama. Jadi, mereka bisa tinggal di sekolah itu sekaligus mendapatkan pendidikan yang memadai,” ujar Muhammad.

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 10 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.