IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Sebanyak 426 Siswa SMA di Banten Tak Lulus UN

IndonesiaBicara.com-Serang, (25/05/12). Sebanyak 426 orang siswa tingkat SMA/MA/SMK di Propinsi Banten dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional (UN) tahun 2012. Ratusan siswa yang tidak lulus ini, akan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian Kejar Paket C pada Juni 2012 mendatang. Namun apabila mereka tak lulus juga pada ujian Kejar Paket C, mereka bisa mengikuti Ujian Paket C kembali pada bulan Oktober mendatang.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Hudaya Latuconsina, jika dibandingkan angka kelulusan siswa pada tahun lalu, pada tahun ini sedikit mengalami penurunan sebesar 0,2 persen. Jika tahun lalu angka kelulusan siswa mencapai 99, 62 persen, namun tahun ini mencapai 99,60 persen. Sedangkan jumlah siswa yang tidak lulus UN pada 2012 ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2011. Sebab, pada tahun lalu jumlah siswa yang lulus UN mencapai 373 siswa, sedangkan tahun ini hanya 426 siswa.

“Tapi jika dilihat dari jumlah peserta UN tahun lalu perserta UN hanya 99.025 siswa dan yang tak lulus sebanyak 373 siswa. Angka itu tak seberapa jauh, karena tahun ini peserta UN meningkat sebanyak 107.787 peserta, hal ini seiring bertambahnya sekolah baru,” kata Hudaya.

Dijelaskan Hudaya, ke 426 siswa yang tak lulus UN itu terdiri dari siswa SMA sebanyak 252 siswa, SMK sebanyak 125 siswa, dan MA sebanyak 49 siswa. Jumlah siswa yang tidak lulus UN tertinggi terdapat di Kabupaten Tangerang yakni sebanyak 202 siswa atau 0,78 persen dari 25.980 orang peserta UN. Ke 202 siswa itu sebanyak 172 orang dari siswa SMA, satu orang dari siswa MA, dan 29 orang siswa SMK.

Kemudian disusul Kabupaten Pandeglang sebanyak 98 siswa atau 0,94 persen dari jumlah perserta UN sebanyak 10.372 orang. Mereka terdiri dari 15 siswa dari SMA, 7 siswa dari MA, dan 76 siswa dari SMK.

“Selanjutnya, Kabupaten Lebak sebanyak 33 siswa atau 0,36 persen dari 9.265 peserta UN. Dengan rincian 17 siswa SMA, 6 siswa SMK dan 10 siswa MA,” terangnya.

Ditambahkan Hudaya, di Kota Cilegon yang tak lulus UN sebanyak 32 siswa atau 0,58 persen dari 5.562 peserta UN. Mereka terdiri dari 3 siswa SMA, 2 siswa SMK, 25 siswa MA. Kemudian, Kota Tangsel sebanyak 24 siswa atau 0,18 persen yang tak lulus UN dari 13.614 peserta. Dengan rincian 19 siswa SMA, dan 5 siswa SMK.

“Untuk di Kabupaten Serang yang tak lulus UN sebanyak 23 siswa atau 0,19 persen dari 12.120 peserta UN. Mereka terdiri dari 17 siswa SMA, 2 siswa SMK, 4 siswa MA,” katanya.

Dijelaskan Hudaya, untuk di Kota Serang dari 8.012 siswa peserta UN sebanyak 6 siswa atau 0,07 persen dinyatakan tidak lulus UN. Mereka adalah siswa SMA sebanyak 4 orang, satu orang siswa SMK, dan satu orang siswa MA. Kemudian, di Kota Tangerang dari 22.862 peserta UN yang tak lulus UN hanya 8 orang atau 0,03 persen. Dengan rincian, 5 siswa SMA, 2 siswa SMK, satu siswa MA.

“Prosentase angka kelulusan tertinggi di Banten ada di Kota Tangerang yakni mencapai 99,97 persen,” katanya.

Hudaya menambahkan, para siswa yang tidak lulus ini bisa mengikuti ujian Kejar Paket C pada Juni dan Oktober 2012 mendatang. “Jadi masih ada kesempatan bagi yang tidak lulus dalam UN ini bisa mengikuti paket C,” katanya

Pada bagian lain, Ketua Pelaksana Ujian Nasional (UN) tingkat Propinsi Banten tahun 2012 Ino S Rawita mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Penedidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 59 Tahun 2011, peserta dinyatakan lulus UN apabila nilai akhir yang didapat rata-rata 5,5 dan nilai akhir tiap mata pelajaran 4,0. Sedangkan penetapan kelulusan siswa dilakukan sekolah dengan dasar hasil ujian nasional (UN), nilai raport dan juga aspek prilaku dan kepribadian. Hasil UN diberikan oleh pusat ke sekolah dalam bentuk daftar kolektif.

“Selanjutnya sekolah menggelar rapat untuk menetapkan kelulusan siswa digabungkan dengan nilai raport dan aspek perilaku dan kepribadian tadi. Hasil UN 60 persen sedangkan 40 persen dari nilai raport dan aspek sikap, perilaku dan akhlak siswa,” jelas Ino yang juga menjabat Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Dindik Propinsi Banten ini.

Ino mengimbau kepada siswa yang lulus untuk tidak merayakan secara berlebihan, seperti coret-coret baju seragam sekolah, konvoi kendaraan yang mengganggu lalu lintas maupun aksi yang tidak terpuji. “Lebih baik seragam diberikan adiknya atau siswa yang membutuhkan. Kami akan sampaikan surat edaran kepada sekolah dan guru agar bisa menjaga siswanya saat pengumuman kelulusan. Termasuk berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat,” ujarnya. (Aditya/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 5 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.