IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Satpol PP Sweeping Tempat Hiburan Yang Tetap Beroperasi

Indonesiabicara.com, TIGARAKSA-(31/07/2012)  Pemerintah daerah kabupaten (Pemkab ) Tangerang memastikan tempat-tempat hiburan di wilayahnya tidak beroprasi sepanjang bulan puasa ini. hal itu menyusul dikeluarkannya surat edaran (SE) bupati nomor 1/2012, tentang pemberitahuan jam pelayanan restoran dan rumah makan serta pemberhentian tempat hiburan malam selama Ramadhan.

“Kami menindak lanjuti surat edaran bupati. Untuk itu Sat Pol PP akan melakukan monitoring terkait efektifias surat itu dilapangan,” ujar Teteng Jumara, Kasat Pol PP Kabupaten Tangerang.
Intensitas monitoring itu, sebut Teteng, akan dilakukan dua kali dalam seminggu. Dengan cara melakukan menyusuran tempat-tempat hiburan, ataupun tempat yang sering digunakan kegiatan penyakit masyarakat (pekat).

“Selain tempat hiburan, berdasarkan pengaduan masyarakat, tempat yang dijadikan pekat pun tidak luput kami sweeping,” ujarnya.

Terkait sangsi, Teteng menuturkan, bila tempat hiburan kedapatan tidak mengindahkan surat edaran bupati itu, maka pihaknya bisa menutup paksa dan akan merekondasikan izin operasionalnya untuk dicabut.

“Kalau kedapatan buka, ya kami paksa tutup. Sangsi kerasnya bisa direkomendasikan agar izinnya dicabut,” tandasnya.

Diketahui, Satpol PP Kabupaten Tangerang pada Sabtu malam (28/7) sekitar pukul 21.00 WIB dengan 30 personil bergerak melakukan monitoring pelaksanaan SE bupati menyisir tempat-tempat hiburan malam seperti di kawasan Citra Raya, Legok, dan Sumerecon Kelapa Dua.

Beberapa lokasi tempat hiburan, Pol PP sempat membubarkan sekumpulan anak muda di Taman Aspirasi Gedung DPRD setempat, lantaran diduga sering digunakan tempat bermesraan kalangan ABG (anak baru gede). Kemudian dilanjutkan ke kawasan Citra Raya, dan di area ini tempat hiburan nampak tutup, lalu pasukan Pol PP itu menuju Kecamatan Legok, karena disana berdasarkan pengaduan camat setempat ada sebuah rumah yang diduga sering digunakan kegiatan maksiat. Namun lagi-lagi, tempat tersebut pun sudah kosong ditinggalkan penghuninya.
Situasi sama terjadi di Sumerecon Kelapa dua, semua tempat hiburan di sana nampak tutup dan sepi.
Saat ditanya apa monitoring atau sweeping ini bocor. Teteng enggan berkomentar jauh terkait dugaan itu.

“Mudah-mudahan, mereka tutup itu memang mematuhi edaran bupati. Tapi kami akan terus memonitonya,” imbuh Teteng.(Aditya/*))

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 4 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.