IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Ruang Inap Pasien RSUP NTB Kelebihan Kapasitas

IndonesiaBicara.com–Mataram, (12/04/11). Ruang inap pasien Rumah Sakit Umum Provinsi NTB (RSUP) saat ini mengalami kelelebihan kapasitas, hal itu dikarenakan jumlah ruang inap yang dimiliki RSUP masih belum dapat menampung pasien yang belakangan ini terus meningkat, baik itu pasien rujukan dari Rumah Sakit Umum di Kabupaten maupun pasien yang memang pertama datang ke sana.

Menyikapi meningkatnya jumlah pasien yang tidak bisa ditampung, pihak rumah sakit mengatasinya dengan menggunakan beberapa ruangan yang berada disebelah ruang instalasi gawat darurat (IGD) sebagai tempat perawatan pasien sementara.

”Kami tetap mengupayakan pemberian pelayanan terbaik bagi masyarakat yang datang berobat, meski ruang inap tidak bisa menampung semua, kami mencari ruangan lain yang bisa digunakan untuk merawat pasien,” jelas Direktur RSUP NTB dr Mawardi Khairi, saat dikonfirmasi wartawan ketika meninjau langsung keadaan pasien yang masih ditempatkan di ruangan sementara, Selasa (12/04).

Diakuinya, sebenarnya direncanakan jumlah tempat tidur yang dimiliki oleh RSUP adalah 500 tempat tidur. Akan tetapi, RSUP NTB sendiri saat ini baru memiliki 300 lebih tempat tidur. Sehingga, kalau pasien melebihi jumlah tersebut maka pihak RSUP kewalahan mengatasinya.

“Kalau jumlah pasien rawat inap lebih dari jumlah fasilitas tempat tidur yang kita miliki, mau tidak mau kita mencari alternatif ruangan lain,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Mawardi membuka ruangan baru pun bukan persoalan mudah. Pasalnya, di dalam satu ruangan perawatan harus ada minimal satu perawat yang secara intensif memeriksa serta memberikan perawatan ke pasien.

“Yang masih menjadi kendala bagaimana menempatkan perawat yang jumlahnya masih terbatas di setiap ruangan dengan satu orang kepala ruangan,” ujarnya.

Marwadi mengungkapkan bahwa penumpukan jumlah pasien di RSUP NTB saat ini juga disinyalir karena masih belum maksimalnya koordinasi yang dilakukan oleh RSU di kabupaten. Mereka hanya tahu merujuk pasien ke RSUP NTB, padahal mereka pada dasarnya masih bisa menangani di sana.

“Ini yang membuat kita bingung, pasien yang sebenarnya bisa mereka rawat di sana malah mereka rujuk ke RSUP padahal mereka tahu kapasitas RSUP, akhirnya ya jadi penumpukan pasien karena tempat inap kurang,” tandasnya.

Untuk itu, Mawardi berharap hal ini menjadi salah satu perhatian dari para dokter di RSU di Kabupaten/Kota. Pada dasarnya memang tidak ada larangan atau sudah menjadi prosedural melakukan perujukan pasien. Akan tetapi, kalau memang masih bisa di tangani disana diharapkan ditangani dulu untuk mencegah penumpukan pasien di RSUP NTB dikarenakan belum mendapatkan ruang inap. (Ary)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 4 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.