Rohaniawan Katolik, Franz Magnis Suseno, menyatakan referendum atau jajak pendapat di Papua untuk memisahkan diri dari Indonesia merupakan suatu jalan buntu.
“Saya berpendapat, bahwa meminta referendum, mengharapkan Papua merdeka itu jalan buntu total,” ujar Magnis di Jakarta.
Lebih lanjut, Romo Magnis mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh sejumlah pihak untuk tetap memperjuangkan kemerdekaan hanya akan berakhir sia-sia, dengan banyaknya korban jiwa yang justru berasal dari masyarakat asli Papua sendiri.
“Memperjuangkan kemerdekaan dengan kekerasan paling-paling hanya bisa berakhir dengan kematian fisik orang asli Papua,” ungkap Guru Besar Filsafat STF Driyarkara itu.
Sementara itu, ditempat terpisah, Peneliti permasalahan Papua dari Lesperssi, Jim Peterson, mengatakan bahwa sumber permasalah Papua pada saat ini bukanlah disebabkan karena diskriminasi Papua oleh Pemerintah Pusat, akan tetapi karena fenomena korupsi yang terjadi disana. Dana yang dicurahkan oleh Pemerintah Pusat tidak menyentuh masyarakat Papua.
“Sumber permasalah Papua pada saat ini bukanlah disebabkan karena diskriminasi Papua oleh Pemerintah Pusat, akan tetapi karena fenomena korupsi yang terjadi disana. Dana yang dicurahkan oleh Pemerintah Pusat tidak menyentuh masyarakat Papua”, ujar Jim.
Lebih lanjut dirinya menyarankan kepada semua stakeholder yang terlibat didalam permasalahan Papua untuk fokus mengamankan kepentingan dan kesejahteraan rakyat Papua, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
“Semua stakeholder yang terlibat didalam permasalahan Papua untuk fokus mengamankan kepentingan dan kesejahteraan rakyat Papua, khususnya Orang Asli Papua (OAP)”, tambahnya.

Tinggalkan Balasan