IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Ratusan Karyawan PT.BTU Mogok Kerja Bersama

Indonesiabicara.com—CIKUPA (03/06/2013)  Ratusan buruh PT.Bali Taru Utama yang tergabung dalam serikat buruh K-SPSI melakukan aksi mogok bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap pemecatan 20 orang karyawan yang dilakukan oleh pihak management pada jumat (31/5).

Ketua PUK PT.Bali Taru Utama Agus susilo mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas karyawan yang menilai pihak perusahaan telah melakukan pemecatan karyawan dan menilai pihak management sudah melakukan sikap pemberangusan serikat/union busting di PT.Bali Taru Utama,”perusahaan berdalih bahwa pemecatan 20 orang karyawan sebagai bentuk efisiensi,tetapi faktanya pihak perusahaan tetap menerima karyawan baru dengan sistem kontrak”,ujar agus.

Dalam 20 orang yang dipecat ada sembilan karyawan yang termasuk pengurus dan anggota PUK K-SPSI yang tidak menerima dipecat karena baru 8 bulan diangkat menjadi karyawan tetap , sedangkan 11 orang yang lainnya menerima dipecat oleh perusahaan dengan alasan sudah memasuki masa kerja yang cukup lama sekitar 15 tahun, tambah agus.

“Sedangkan perusahaan hingga saat ini msh menerima karyawan kontrak dan saat ini terdapat sekitar 600 karyawan kontrak dan 300 karyawan tetap”.

Agus menjelaskan, bahwa saat ini para karyawan meminta kepada pemilik perusahaan PT.Bali Taru Utama shinta dewi untuk melakukan pemecatan terhadap empat orang staff antara lain Supervisor Produksi Jemmy Sugianto, Manager Produksi M.Wibowo, HRD Abi Suyitno dan bagian Finance Melani yang dianggap karyawan telah mengambil keputusan yang merugikan seluruh karyawan,”kami meminta kepada pemilik perusahaan untuk memecat emapt orang staff PT.Bali Taru Utama”,terang agus.

PT.Bali Taru Utama yang bergerak dalam pembuatan pensil ini sebelumnya sudah melakukan pertemuan bipatrit pada hari kamis (30/5), yang dalam pertemuan tersebut membahas tentang perubahan jam kerja yang sebelumnya karyawan masuk pukul 07.30-15.30 menjadi pukul 07-15-15.30 dan pihak management meminta kepada seluruh karyawan dapat mengikuti peraturan yang baru dan bila tidak dipatuhi perusahaan tidak segan-segan untuk melakukan pemecatan, namun peraturan tersebut ditolak karyawan dan sebagai hasil pertemuan bipatrit akhirnya jam kerja kembali normal tanpa adanya perubahan jam kerja, namun pada jumat (30/5) secara tiba-tiba pihak perusahaan melakukan pemecatan karyawan dengan alasan efisiensi karyawan,tandas agus.(Aditya/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 13 + 10 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.