IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Rapat Koordinasi Pemprov Lampung Dengan PLN

IndonesiaBicara-Bandar Lampung, (27/10/09). Rapat Koordinasi Pemprov Lampung dengan PLN wilayah Lampung dihadiri oleh Irham Jafar Lan Putra (Sekretaris Daerah Provinsi Lampung), Arinal Junaidi (Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan), dan Maswar Kukuh Trihadi (General Manager PT PLN Wilayah Lampung). Agenda Rapat Koordinasi ini membahas mengenai himbauan Pemprov Lampung kepada PLN Wilayah Lampung dalam mengatasi krisis Pemadaman Listrik.

Arinal Junaidi mengatakan bahwa PLN harus mampu mengoptimalkan sistem PLTA yang ada di Lampung untuk memproduksi daya listrik. Sebagai lembaga yang melayani kebutuhan masyarakat secara luas, PLN harusnya melihat kontribusi PLN sendiri terhadap sarana prasarana pengairan yang ada di Lampung, jangan menyerahkannya kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU). PLN Wilayah Lampung harus bertanggungjawab terhadap perawatan Bendungan Batu Tegi yang selama ini menjadi salah satu sumber pembangkit listrik. PLN jangan hanya menuntut haknya saja, tapi juga kewajiban pembayaran pajak air permukaan harus dipenuhi.

Maswar Kukuh Trihadi mengatakan bahwa pemadaman listrik secara rutin yang telah berlangsung sejak pertengahan bulan Oktober ini, diprediksi akan berlanjut hingga bulan Desember 2009 mendatang. Pasalnya, dua mesin pembangkit listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan masih dalam perbaikan. Perbaikan PLTU Unit 4 di Tarahan, Lampung Selatan, baru selesai pada 14 November 2009. Sedangkan perbaikan PLTU Unit 3 baru akan dilaksanakan pada 15 November sampai 19 Desember 2009.

Secara keseluruhan, perbaikan kedua mesin PLTU Tarahan, Lampung Selatan itu, memerlukan waktu 75 hari. Rinciannya 40 hari untuk memperbaiki PLTU Unit 4 dan 35 hari lagi untuk memperbaiki mesin Unit 3. Selain permasalahan di PLTU Tarahan, PT PLN Wilayah Lampung mengalami kesulitan dalam memasok daya listrik karena Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Batu Tegi, Tanggamus belum dapat beroperasi secara maksimal. Sedang PLTA Way Besai juga kemampuan operasinya hanya 50 persen akibat musim kemarau. Hingga Desember mendatang, PLN terpaksa masih melakukan pemadaman listrik secara rutin, dikarenakan kapasitas terpasang daya listrik yang dihasilkan semua pembangkit listrik yang ada hampir sama dengan beban pakai yang diperlukan oleh masyarakat.

PLTU Unit 3 dan 4 di Tarahan, Lampung Selatan, hanya dapat menghasilkan daya listrik sebesar 200 megawatt (MW), sedang pembangkit listrik lainnya yakni PLTA sebanyak empat unit berkapasitas 119,60 megawatt, dan PLTG satu unit dengan kapasitas 21,35 megawatt. Sehingga total daya terpasang seluruh pembangkit listrik di Lampung sebesar 340,95 MW, tapi beban pakainya mencapai 295,12 MW dengan sisa daya hanya sekitar 45,83 MW.

Dilain tempat MS Joko Umar Said (Wakil Gubernur Provinsi Lampung) seusai Pelantikan Ketua DPRD Provinsi Lampung menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mengharapkan PLN serius dalam mengatasi pemadaman listrik. Pemprov menilai akibat pemadaman ini telah menimbulkan dampak dan kerugian yang sangat luas bagi industri dan rumah tangga. Seharusnya PLN Lampung tidak hanya mengandalkan interkoneksi suplai listrik dengan provinsi lain. Sumber-sumber daya yang ada harus mampu digunakan oleh PLN, sebagai tambahan pasokan energi di Provinsi Lampung.

PLN harus transparan kepada masyarakat dan masyarakat harus tahu apa penyebabnya, upaya apa yang telah dilakukan, berapa lama lam waktu upaya tersebut termasuk juga jadwal pemadamannya. PLN harus bertanggung jawab memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan terus melakukan upaya peningkatan pelayanan. (deny/rz)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 9 + 13 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.