IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pilkada Serentak, APBD Rawan Di Politisasi

IndonesiaBicara.com-SERPONG (23/11/2015). Sebanyak 269 Pilkada serentak berlangsung mulai dari Kabupaten kota hingga Gubernur. Dari jumlah tersebut lebih dari seratus Pilkada itu diikuti oleh petahana, tren yang muncul adalah fenomena membengkaknya dana hibah.

Hal ini terungkap dalam forum diskusi yang diadakan oleh Forum Semangat Rakyat (Semar), dengan mengangkat tema Politisasi Anggaran Pendapatan Belanja (APBD) dalam perhelatan Pilkada, di salah satu rumah makan kawasan Serpong, kemarin.

Diskusi yang menhadirkan Sekretaris Jendral (Sekjend) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yenny Sucipto, sebagai pembicara, mengungkapkan trend politisasi APBD yang diduga sebagai alat politik petahana sangat besar potensinya terjadi.

“Ini selalu menjadi trend politik di mana pun, kami menemukan banyak daerah yang tiba-tiba anggaran hibah dan bantuan sosial (bansos) meningkat pesat ketika menjelang Pilkada, khususnya bagi daerah yang petahananya maju lagi dalam perhelatan Pilkada tersebut,” ujarnya.

Yenny mengatakan, indikasi kepentingan politik untuk Pilkada karena rata-rata penerima dana hiba tersebut merupakan jaringan atau lembaga yang memang sebagian besar adalah pendukung petahana.

Dia juga mengatakan, terjadinya pembekakan dana hibah dan bansos ini juga, karena hampir seluruh petahana mendapatkan dukungan besar dari jumlah kursi di DPRD. Sehingga dalam pembahasan anggaran tersebut cendrung lebuh mudah dilolosakan karena rata-rata partai politik (parpol) tersebut merupakan parpol pendukung petahana.

“Seharusnya kita semua harus lebih kritis lagi melihatnya,  pembahasan anggaran ini lolos karena memang sebagian ebsar fraksi yang menyetujuinya merupakan parpol pendukung atau parpol pengusung,” ujarnya.

Soal politIsasi APBD itu, Yenny juga melihat untuk di Tangsel potensi tersebut sangat terjadi, terutama pada APBD Perubahan yang sudah dusahkan tersebut. “Saya sempat mengikuti dalam proses pengesahan angaran kuartal ke dua ini sempat mengalami proses tarik ulur yang sangat panjang. Jadi potensinya sangat jelas,” ujarnya.

Yenny menjelaskan, dalam temuanya sangat jelas ada potensi tersebut, karena unutk Hiba dan bansos di APBD saat ini mengalami penigkatan yang cukup signifikan.

Yaitu kenaikannya sangat drastis, lebih dari Rp 500 miliar, dengan peningkatan nilai hibah dari Rp 29.568.000.000 (Rp 29 miliar lebih) menjadi 105.264.648.518 (Rp 100 mliar lebih).

Sementara itu Ketua Forum Semar, Ananta, mengatakan soal temuan dari forum Semar dan Fitra tersebut akan terus ditelusuri. “Langkah awal ini sebagai pemberitahuan kepada masayarakat bahwa ada persoalan serius dalam pembahasan anggaran saat pilkada ini, dan kami dari Forum Semar akan terus menelusurinya,” tutup Ananta. (Rif/Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 2 + 3 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.