IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Perampokan Truk Gula Di Jalan Tol Merak

Indonesiabicara.com, BALARAJA-(08/08/2012) Sebuah truk bernopol BE 9367 BW yang mengangkut gula sebanyak 180 ton dari Provinsi Lampung dibajak di KM 38.750 Desa Telaga Sari, Kecamatan Balaraja. Tersebut dibajak oleh kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah delapan orang pada saat supir tengah buang air kecil dipinggir Tol.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB pada hari Kamis (2/8) lalu. Supir truk bernama Ridwan (30) bersama kernetnya Rustam (32) tengah membawa gula pasir yang akan dikirim ke Cakung Jakarta sebanyak 360 karung atau setara dengan 18 ton.

Sesaat setelah korban merapatkan kendaraannya sebuah avanza berjumlah sekitar enam hingga delapan orang langsung ikut merapatkan kendaraannya, kendati para pelaku tidak membawa senjata tajam maupun senjata lainnya, namun karena jumlah pelaku yang banyak. Akhirnya Kedua korban hanya dapat pasrah dan dibawa ke masuk kedalam mobil avanza, sedangkan beberapa pelaku lainnya membawa truk bermuatan gula tersebut.

“Pelaku langsung menarik korban dan kemudian menyekap korban dengan menggunakan lakban dan tali. Kemudian pelaku membawa korban ke daerah Serang Baru, Tol Cikarang dan kemudian membuang korban di pinggiran Tol,” ujar Ipda David Kanitero, Kanit Reskrim Polsek Balaraja.

Sementara itu truk pengangkut gula tersebut ditemukan anggota Resmob Polsek Balaraja tengah terparkir di Rest Area tol Jakarta-Merak KM 43 mengarah ke Serang, dengan kondisi muatan telah kosong. Sementar itu, poilisi terus menyelidiki kasus perampokan yang terjadi tersebut.

“Kami mendapatkan truk tersebut berada di Rest Area KM 43 mengarah ke serang dalam keadaan kosong, sedangkan supir dan kernet ditemukan di tol Cikarang dalam kondisi terikat tali dan mulut dilakban,” papar Kanit reskrim.

Hingga saat ini, polisi masih terus menyelidiki keterangan para saksi dan korban, terkait perampokan tersebut, polisi juga telah berkordinasi dengan petugas Tol Jakarta-Merak dan kemanan Rest Area dengan meminta copian CCTV Rest Area.

“Kami terus memburu para pelaku, sementara itu kami juga telah mengambil kamera pengaman Rest Area untuk mencari barang bukti,” tegas Ipda David.

Menurut pengakuan korban, beberapa jam sebelum perampokan, dirinya berangkat dari lampung dengan membawa gula senilai Rp 180 juta, setealh sampai di Ciujung, Ridwan menyempatkan diri untuk berkunjung kerumah saudaranya berinisial TA di Kampung Sempur, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka. Berselang tiga jam kemudian, Ridwan bersama kernetnya langsung berangkat kembali ke tujuang akhirnya di Cakung Jakarta.

“Setelah berkunjung kerumah saudaranya Ridwan dan kernetnya masuk kembali kedalam tol melalui Tol Balaraja Barat dan hanya berjarak beberapa kilo meter, Ridwan hendak buang air kecil dan akhirnya dirinya dirampok,” tutur Ipda David Kanitero, Kanit Reskrim Polsek Balaraja

Gula senilai Rp 180 juta tersebut merupakan milik PT. Wira Nara Putra Kurnia, yang beralamat di Jl. Pejagalan I, Tambora, Jakarta Barat, dibawa kabur perampok. PT. Wira Nara Putra Kurnia mengaku mengalami kerugian sekira Rp. 180 juta. Polisi terus menyelidiki motif perampokan tersebut, apakah murni perampokan atau ada unsur kesengajaan.

“kami akan terus mendalami pemeriksaan pada saksi dan korban perampokan tersebut, sehingga bisa menguatkan dugaan yang ada,” tegas Kanit Reskrim.(Aditya/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 11 + 13 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.