IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pendukung Zuhrif-Aulia Datangi KPU Bawa Peti Mati

Indonesiabicara.com-Jogja, (08/06/11). Puluhan massa yang menamakan diri Masyarakat Jogjakarta Pembela Zuhrif Hudaya–Aulia Reza, Rabu (08/06) mendatangi Kantor KPU setempat dengan membawa peti mati sebagai simbol tidak independennya ketua lembaga pemilu tersebut.

Koordinator Aksi Zaki Permana menduga telah terjadi permainan politik yang berupaya menjegal pasangan Zuhrif–Aulia dalam Pemilukada Kota Jogjakarta.

”Pasangan yang kami dukung terkesan dipersulit dan ada indikasi disingkirkan, karena PKPB menarik dukungan,” katanya.

Ia menghimbau agar KPU tidak terpengaruh dengan intervensi apapun, karena posisinya sebagai lembaga independen. Sehingga Pemilukada tidak dijadikan ajang jual beli suara dalam mewujudkan kepentingan tertentu. Menurut dia, semua warga negara berhak mencalonkan diri di ranah politik.

”Kami menuntut KPU independen dan bersikap netral, karena Pemilukada ini bukan proyek uang, kami merasa terdzolimi,” tuturnya.

Unjuk rasa yang dikawal aparat kepolisian itu berlangsung damai, bahkan di halaman Kantor KPU para demonstran mensholatkan peti dan membakarnya secara bersamaan. Mereka juga megancam akan melakukan aksi lebih besar jika aspirasi mereka tidak terwujud.

Sementara itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogyakarta menegaskan tetap bersikap sikap netral dan independen dalam proses Pemilukada. KPU dalam waktu dekat juga akan menyampaikan hasil verifikasi.

”Termasuk menyampaikan sikap terkait surat dari PKPB yang menarik dukungan pada pasangan Zuhrif Hudaya-Aulia Reza, tepatnya pada tanggal 9 Juni nanti kepada masing-masing kontestan,” ungkap Anggota KPU Kota Yogyakarta, Sunaji saat ditemui.

Ia menyatakan, KPU memberi waktu paling lama 7 hari pada tiap pasangan untuk menyikapi surat pemberitahuan tersebut.

“Sesuai Peraturan KPU nomor 13 tahun 2010, ada atau tidak adanya surat kepada kami, atau aksi demonstrasi, kami akan tetap melakukan verifikasi secara independen,” terang Sunaji.

Berdasarkan informasi yang diperoleh indonesiabicara, pasangan Zuhrif Hudaya–Aulia Reza terancam gagal sebagai kontestan dalam mengikuti Pemilukada Kota Jogjakarta, karena PKPB sebagai salah satu partai pendukungnya menarik dukungan terhitung sejak tanggal 1 Juni lalu. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.