IndonesiaBicara.com–Kendari, (27/4/11). Korban luka akibat gempa tektonik yang mengguncang Kota Kendari dan Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin lalu mencapai 14 orang. Dari jumlah itu, 10 orang teridentifikasi menderita luka ringan berupa luka memar dan lecet, sisanya luka berat berupa patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah yang roboh. Seluruh korban yang terluka ini berasal dari Kecamatan Moramo, Kolono dan 1 orang warga Kota Kendari.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Amin Yohannes menuturkan, seluruh korban luka sudah tertangani. Korban luka ringan langsung ditangani dilokasi bencana, sementara korban dengan luka berat dirujuk ke RSUD Prov Sultra dan hingga kini masih dalam perawatan.
“Seluruh korban sudah kami tangani,” ujar Amin.
Untuk penanganan para korban gempa yang terluka, Dinas Kesehatan Propinsi Sultra memberikan kebijakan khusus dengan mengratiskan biaya pengobatan dan perawatan bagi para korban.
Sejauh ini belum dilaporkan adanya korban tewas akibat peristiwa gempa yang melanda Kota Kendari dan Konawe Selatan. Namun gempa yang dirasakan kali ini telah membuat warga trauma, bahkan hingga saat ini, sebagian warga dilaporkan masih banyak yang bertahan dilokasi pengungsian yang tersebar diwilayah perbukitan.
Warga korban bencana juga masih berharap datangnya bantuan dari pemerintah baik makanan, tenda maupun pakaian hangat. (KmK)
IndonesiaBicara.com–Kendari, (27/4/11). Korban luka akibat gempa tektonik yang mengguncang Kota Kendari dan Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin lalu mencapai 14 orang. Dari jumlah itu, 10 orang teridentifikasi menderita luka ringan berupa luka memar,lecet, sisanya luka berat berupa patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah yang roboh. Seluruh korban yang terluka ini berasal dari Kecamatan Moramo, Kolono dan 1 orang warga Kota Kendari.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Amin Yohannes menuturkan, seluruh korban
luka sudah tertangani. Korban luka ringan langsung ditangani dilokasi bencana, sementara
korban dengan luka berat dirujuk ke RSUD Prov Sultra dan hingga kini masih dalam perawatan.
“Seluruh korban sudah kami tangani,” ujar Amin.
Untuk penanganan para korban gempa yang terluka, Dinas Kesehatan Propinsi Sultra memberikan kebijakan khusus dengan mengratiskan biaya pengobatan dan perawatan bagi para korban.
Sejauh ini belum dilaporkan adanya korban tewas akibat peristiwa gempa yang melanda Kota Kendari
dan Konawe Selatan. Namun gempa yang dirasakan kali ini telah membuat warga trauma, bahkan hingga saat ini, sebagian warga dilaporkan masih banyak yang bertahan dilokasi pengungsian yang tersebar
diwilayah perbukitan.
Warga korban bencana juga masih berharap datangnya bantuan dari pemerintah baik makanan, tenda maupun pakaian hangat. (KmK)
Tinggalkan Balasan