IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pasca Banjir “Dinas Perikanan Siap Bantu Petani Budidaya”

Indonesiabicara.comTIGARAKSA  (29/01/2013)  Pasca banjir, kerugian kelompok tani budidaya di areal budidaya perikanan wilayah Kabupaten Tangerang mencapai Rp 4,05 milyar. Dinas Perikanana dan Kelautan (DPK) Kabupaten Tangerang juga mencatat, lahan yang terkena banjir seluas 1131 hektar. Yang tersebar di 7 kecamatan, wilayah pantai utara (pantura). Adapun kerugian tersebut meliputi komoditas ikan bandeng, nila, lele, mas, patin, dan udang.
“Dari hasil estimasi kami, tercatat kerugian sebesar Rp 4,05 milyar. Yaitu berupa komuditas ikan, dari mulai benih, besar, dan layak konsumsi. Untuk luas areal yang terkena banjir, tercatat 1131 hektar. Dan tersebar di tuju kecamatan wilayah Pantura,” ungkap Kepala Bidang Perikanana Budidaya DPK Kabupaten Tangerang Dwi Retno Susiloningsih.
Retno juga mengatakan, untuk menekan angka kerugian tersebut, kelompok tani petani budidaya lebih mempercapat masa panen untuk komuditas ikan yang sudah layak konsumsi. Dan, angka kerugian itu akibat benih dan komuditas ikan layak konsumsi tersebut terbawa arus banjir.
“Memang, pasca banjir ini banyak petani budidaya yang mempercepat masa panennya. Yang tujuannya untuk lebih menekan angka kerugian tersebut. Namun, itu bagi petani budidaya yang usianya sudah layak untuk dikonsumsi. Untuk komuditas ikan yang berupa benih, memang sulit untuk diselamatkan. Apalagi untuk lahan, atau tambak yang tanggulnya jebol,” paparnya.
Langkah DPK sendiri, kata Retno, untuk mengganti kerugian para kelompok tani budidaya tersebut, pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap para petani budidaya. Yang nantinya akan dimasukkan dalam APBDP 2013, atau APBD 2014.
“Melalui surat rekomendasi dari pemerintah daerah, kami akan menganggarkan untuk mengganti kerugian para kelompok tani yang merugi akibat banjir ini. Namun terlebih dahulu kami akan mendata secara ulang, sejauh mana kerugiannya. Untuk ganti rugi ini, pemerintah hanya akan mengganti rugi benih. Yang rencananya akan diambil dari anggaran APBDP 2013, kalau itu memungkinkan. Kalau tidak, mungkin akan dianggarkan dalam APBD 2014 nanti,” tukasnya.

Adapun beberapa kelompok tani budidaya yang merugi akibat terkena banjir tersebut adalah kelompok tani budidaya wilayah Kecamatan Teluknaga seluas 90 hektar dan kerugian Rp 705 juta, kelompok tani budidaya wilayah Kecamatan Pakuhaji seluas 400 hektar dan kerugian Rp 600juta, kelompok tani budidaya wilayah Kecamatan Mauk seluas 90 hektar dan kerugian Rp 184 juta, kelompok tani budidaya wilayah Kecamatan Balaraya seluas 2 hektar dengan kerugian Rp 30 juta, kelompok tani budidaya wilayah Kecamatan Kronjo seluas 209 hektar dengan kerugian Rp 1,108 milyar, kelompok tani budidaya Kecamatan seluas 250 hektar dengan kerugian Rp 750 juta, dan kelompok tani budidaya wilayah Kecamatan Kosambi seluas 90 hektar dengan kerugian sebesar Rp 674 juta.(Aditya/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 5 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.