IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Nasabah Balicon Datangi Lapas Kerobokan

IndonesiaBicara-Badung (08/08/11). Ratusan nasabah PT Balicon yang uangnya raib hingga trilyunan rupiah setelah perusahaan berkedok asuransi tersebut dibekukan oleh Polda Bali September tahun lalu, mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan Denpasar siang ini.

Kedatangan nasabah ini untuk menemui Komisaris Utama PT Balicon, I Made Paris Adnyana yang kini mendekam di Lapas Kerobokan setelah divonis 15 tahun penjara karena terbukti bersalah menjalankan usaha tanpa izin resmi Bapepam.

“Kami datang ke sini hanya ingin mengkonfrontir pernyataan Made Paris Adnyana dengan Agung Perdani selaku Kepala Cabang Balicon Denpasar yang saling lempar soal keberadaan uang nasabah, karena menurut Perdani, dia telah mentrasfer dana nasabah, namun Paris tidak mengakui menerima uang dari Bu Agung Perdani,” Ujar AA Ngurah Dedi, salah seorang koordinator nasabah.

“Sejak PT Balicon dibekukan operasionalnya tahun lalu, keberadaan uang nasabah yang jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 1,7 triliun sampai saat ini tak jelas rimbanya. Para nasabah terus berjuang agar uang yang telah mereka investasikan dapat kembali,” tukasnya.

“Kami berusaha memenuhi keinginan semua nasabah untuk bertemu dengan Made Paris hari ini, namun tidak dapat dikabulkan oleh Kalapas meskipun pihaknya telah memberikan jaminan keselamatan bagi diri Paris Adnyana, “ Kata Sunandar, selaku tim investigasi usai mengadakan pertemuan terbatas didalam Lapas didampingi Kurator Ully Manurung dan disaksikan oleh Kalapas Denpasar.

Sementara ini, Made Paris menjadi narapidana titipan di Lapas Kerobokan karena yang bersangkutan mengajukan upaya banding, maka dari itu kasus ini masih dalam pemeriksaan pihak pengadilan tinggi mengenai masalah money laundrying, ujarnya.

Esok pagi (9/8/2011), kita akan menghadap Polda Bali dan pukul 13.00 wita akan kembali lagi ke Lapas untuk mengkroscek pengakuan Made Paris mengenai aliran dana nasabah dan aset-aset yang dimilikinya. kita tekan dia untuk menandatangani sepuluh surat pernyataan penyerahan aset, katanya. “Selain itu, Made Paris meminta untuk dikonfrontir dengan para direksi Balicon yang lainnya sehingga masalahnya menjadi clear dan transparan, dia pun kekeh mengatakan saat polisi melakukan penangkapan dirinya tidak ada uang sepersen pun yang tersimpan di kantor, “ Sambungnya.

Kami akan mengejar larinya dana nasabah dan harta/aset milik Balicon yang belum berhasil disegel, namun berdasakan pengakuannya, Made Paris masih memiliki aset tanah di Bengkulu dan mobil yang saat ini belum diketahui keberadaannya, kata Ully Manurung.

“Selain itu, pihaknya menyesalkan kinerja Polda Bali yang belum maksimal dalam menanggapi keresahan para korban Balicon yang kebetulan 90% adalah warga Bali, untuk itu dihimbau kepada para kreditur agar bekerjasama dengannya untuk berjuang menperoleh daftar aset harta budel pailit milik PT Balicon yang hingga sekarang masih sulit didapatkan, “ujar ully.

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 5 + 8 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.