IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Menimbang Pertahanan Maritim Nasional

IndonesiaBicara–Langkawi. Pengoperasian kapal selam baru dari kelas Scorpene buatan Perancis–Spanyol plus 1 kapal selam bekas Perancis dari  kelas Agosta senilai total 1 miliar dollar AS oleh Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) semakin mengindikasikan negeri jiran terus memperkuat alutsista pertahanan maritimnya.

Berdasarkan cetak biru pertahanan laut Malaysia, TLDM akan memiliki 2 kapal selam kelas Scorpene yang dilengkapi torpedo anti kapal Exocet SM-39 dan wire guided torpedo Blackshark. Di luar itu Malaysia berencana membeli 2 kapal fregat kelas Lekiu dari Inggris yang dipersenjatai rudal anti kapal Exocet MM40 Blok II dan rudal SAM Sea Wolf.

Kehadiran armada baru TDLM tentunya bakal semakin memperkuat taring Malaysia di lautan. Khususnya armada kapal selam yang berpangkalan di Teluk Sepanggar, Sabah (Kalimantan Bagian Utara). Dalam sebuah rapat dengar pendapat dengan jajaran Mabes TNI, Komisi I DPR sempat menduga kehadiran pangkalan kapal selam Malaysia di perbatasan untuk mempermudah akses infiltrasi ke perairan Indonesia. Ketakutan ini tidak berlebihan mengingat Scorpene dengan kecepatan selam 5 knot mampu menjelajah hingga 550 mil laut, yang alias mencakup Selat Makassar dan Laut Cina Selatan.

Selain Malaysia, modernisasi pertahanan laut juga dilakukan oleh Thailand dan Singapura. Adalah Thailand yang pada tahun 1998 mengakuisi, walau pada akhirnya kurang dioptimalkan demi menghemat cost operasional, kapal induk Chakri Naruebet buatan Spanyol yang mampu menampung 6 helikopter atau 8 pesawat tempur V/STOL AV-8 Harrier. Sementara Singapura mengembangkan fregat Formidable berteknologi siluman (stealth) berbasis fregat kelas La Fayette asal Perancis. Selain itu Negeri Singa ini juga membeli beberapa kapal selam bekas pakai AL Swedia.

Di sisi lain, meski sangat mendesak langkah Indonesia dalam memodernisasi pertahanan lautnya acap terbentur keterbatasan anggaran pemerintah. TNI-AL baru-baru ini telah mengakuisisi 2 kapal dari 4 kapal yang dipesan melalui Landing Platform Dock (LPD) buatan Korea Selatan dan 4 korvet kelas SIGMA tipe 9113 buatan Belanda. Sementara untuk memperkuat armada 2 kapal selam U-209 yang sudah tua, pemerintah menganggarkan 700 juta dollar untuk membeli 2 kapal selam baru pada 2012. Kandidatnya adalah kapal selam kelas Kilo modifikasi Project 636 (Rusia) atau kapal selam kelas Changbogo (Korea Selatan).

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 7 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.