Masyarakat Petambak Tuntut Kejelasan Program Revitalisasi Eks-Dipasena

Aksi masyarakat petambak di depan Istana Negara-Jakarta menuntut kehidupan yang lebih layak dan sejahtera, (19/05).

IndonesiaBicara-Jakarta, (20/05/11). Kasus petambak Eks-Dipasena kembali mencuat ke permukaan setelah puluhan masyarakat petambak mendatangi Istana Negara, (19/05). Massa yang merupakan gabungan P3UW (Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu), KIARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan) dan KAU (Koalisi Anti Utang) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menuntaskan kasus Eks-Dipasena yang semakin hari semakin tidak jelas penyelesaiannya.

Dalam orasinya masyarakat petambak menyatakan saat ini ada sekitar 7.500 kepala keluarga yang menggantungkan nasib di sektor tambak udang Eks-Dipasena di Lampung. Sesuai dengan janji Presiden SBY pada saat pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I, akan dilakukan revitalisasi atas persoalan Eks-Dipasena. Akan tetapi hingga saat ini program revitalisasi tersebut tidak terealisasi dan telah menggantung nasib para petambak plasma.

Tambak Eks-Dipasena sebelumnya telah dijual kepada Charoen Pokphand (CP) dan direvitalisasi oleh PT Aruna Wijaya Sakti (AWS). Revitalisasi yang dijanjikan baru dilakukan di 5 blok dengan fasilitas dan prasarana yang tidak memadai.

Para petambak selama ini merasa dirugikan dengan tindakan yang dilakukan oleh CP/AWS. Secara sepihak CP/AWS menentukan harga udang, benur, pakan dan listrik. Selain itu yang menyakitkan, saat ini CP/AWS telah memadamkan listrik dan merelokasi alat-alat produksi. Akibatnya kegiatan budidaya terhenti sehingga sekitar 45 ribu jiwa masyarakat petambak tidak berada pada keadaan yang layak dan sejahtera. (Aji)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What is 8 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.