IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Komunitas Wetu Telu Rayakan Idul Fitri Adat

Imam Didamping 2 Ma'mum

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (14/09/10). Setiap muslim yang melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan maka akan diakhiri dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri sebagai simbol penyucian diri. Perayaan Idul Fitri 1431 H sudah tiga hari berlangsung namun khusus di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam komunitas adat  Bayan perayaan Idul Fitri jatuh pada hari ketiga kemarin (13/09).

Bertempat di Masjid Kuno Bayan sekitar 44 orang yang terdiri dari 40 kyai santri dan 4 penghulu, lebai serta modin melaksanakan sholat Idul
Fitri adat yang dimulai sekitar pukul 10.00 dan berakhir sekitar 12.00 Wita, yang dilanjutkan dengan selamatan sebagai simbol rasa syukur
kepada leluhur dan tuhan YME.

Perayaan lebaran adat ini dimulai dengan penyerahan fitrah yang dilakukan masyarakat adat pada malam sebelum pelaksanaan sholat Idul
Fitri ini. Dalam prosesi ini masyarakat disekitar Masjid Kuno Bayan menyerahkan hasil bumi yang diniatkan untuk para leluhur yang sudah
mendahului.

Salah satu tokoh adat Raden Gedarip yang ditemui Indonesiabicara sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri menerangkan bahwa perayaan sholat
Idul Fitri ini sebagai “ngiring syariat” yang berarti kegiatan yang mengiringi perayaan utama sudah dilaksanakan tiga hari yang lalu, sedang yang saat ini dilakukan merupakan sebagai bentuk rasa syukur terhadap jasa-jasa pendahulu.

“Perayaan secara agama Islam sudah selesai sedangkan saat ini merupakan perayaan adat,” tegasnya.

Sedangkan sebutan Islam Wetu Telu menurutnya merupakan sebutan yang salah, dan saat ini tidak tepat diterapkan. Disamping itu ada indikasi
memecah belah masyarakat bayan pada saat penjajahan, hal ini karena penyebutan wetu telu diberikan oleh Belanda.

Tokoh adat lainnya Raden Jambianom menerangkan bahwa fitrah pada saat prosesi perayaan Idul Fitri adat berbeda dengan zakat. Menurutnya
zakat masyarakat adat sudah diberikan ke masjid sebelum lebaran sebesar 2,5 kg beras dikhususkan bagi yang masih hidup, sedangkan
fitrah adalah sedekah yang diberikan kepada masjid kuno berupa hasil bumi yang dikhususkan bagi yang sudah meninggal.

Jama'ah Lebaran Adat

Sedangkan perbedaan 3 hari penentuan hari raya masyarakat Bayan memiliki pemahaman tersendiri. Menurut kepercayaan masyarakat Bayan
tanggal 1 Ramadhan bulan belum terlihat, tanggal 2 masih meragukan dan tanggal 3 baru kelihatan sehingga penentuan awal Ramadhan bergeser 3
hari. “Hal ini dilakukan karena pada zaman dahulu teknologi belum canggih seperti sekarang,” pungkasnya. (pul)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 12 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.