IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Komplotan Pencopet Dipukuli Warga

Indonesiabicara.com—CIKUPA (26/02/2013)   Kelompok pencopet yang selalu beraksi dalam angkot di wilayah hukum Polsek Cikupa akhirnya terungkap. Komplotan yang terdiri dari Hamdani (25), Basri (38) dan Hasbuna (30) ini ditangkap setelah beraksi di angkot E.10 Jurusan Citra Raya-Tigaraksa-Curug, Selasa (26/2) siang. Komplotan ini juga menjadi bulan-bulanan warga usai tertangkap saat kabur di Jalan Raya Serang KM 18,8 Desa Bonen Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang.

Modus kejahatan aksi komplotan pencopet yang sudah meresahkan pengguna angkot di wilayah Cikupa ini terungkap berkat kesigapan Sopir Angkot E.10 bernama Rian (34). Awalnya pelaku yang terdiri dari tiga orang ini naik angkot di tempat terpisah, yakni pertama di Cibadak, depan pabrik Amarek dan di dekat wilayah Bonen.

“Saat itu penumpang yang ada di dalam angkot saya ibu-ibu dan pelajar yang baru pulang sekolah. Sisanya ketiga pelaku tersebut ikut naik di angkot saya,”kata Rian pada saat  memberikan laporan ke Polsek Cikupa.

Lanjut Rian, salahsatu pelaku kemudian turun di dekat Pabrik Horming Cikupa Desa Sukanegara. Angkot yang dikemudikan Rian saat ini menuju arah Cikupa dari arah Tigaraksa. “Nah, pelaku yang turun duluan mengikuti angkot dan menunggu temannya di pemberhentian yang sepertinya sudah direncanakan. Hingga akhirnya pelaku bertiga berboncengan dengan motor,”katanya.

Rian bertambah curiga lantaran ketiga orang tersebut merupakan penumpang di Angkotnya, dengan spontan ia menanyakan kepada penumpang yang ada apakah ada barang yang hilang. “Tiba-tiba seorang wanita paruh baya yang hendak ke RS di Citra bilang dompetnya hilang, benar saja tadi komplotan pencopet langsung saya banting stir mengejar motor tersebut. Pelaku menyadari dan berupaya kabur,”katanya.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya motor yang ditumpangi ketiga pelaku menabrak gunungan pasir di Jalan Raya Serang KM 18,8 Desa Bonen Kecamatan Cikupa pada pukul 13.00 WIB dan terjatuh. “Kebetulan di dekat situ ada pangkalan ojek dan banyak warga, saya langsung bilang itu copet. Langsung saja warga memukuli ketiga pelaku dan dompet penumpang saya ditemukan di got karena sempat dibuang pelaku,”ucapnya.

Rian mengaku aksi copet memang sudah merajalela di angkot yang melintasi Cikupa. Aksi kejahatan itu biasanya di mulai pada pagi hari saat karyawan dan anak sekolah berangkat, pada siang hari saat anak sekolah pulang atau jam istrirahat karyawan dan pada sore hari karyawan dan anak sekolah pulang. “Ini keduakalinya saya melaporkan aksi copet ke Mapolsek Cikupa. Mudah-mudahan penumpang dan sopir lainnya bisa lebih waspada terhadap kejahatan yang merugikan ini,”tandasnya.

Kapolsek Cikupa Kompol Arlon Sitinjak menegaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap ketiga pelaku yang kini sudah diamankan di Mapolsek Cikupa dengan kondisi babak belur. “Informasi sementara ini ketiga lak-laki tersebut diduga melakuka tindak pidana pencurian dalam angkot. Kemudian ditangkap masyarakat sekitar berikut barang bukti. Sementara korban masih kami cari lagi karena langsung pergi untuk periksa ke RS. Para pelaku diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun,”pungkasnya.(Aditya/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 11 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.