IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Komando “Tuntut Pembenahan Terhadap Polri”

IndonesiaBicara.com-PAMULANG, (30/05/13). Ratusan mahasiswa gabungan yang mengatasnamakan dirinya Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO) menggelar aksi unjukrasa di Bundaran Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Para mahasiswa ini menuntut agar Polisi Republik Indonesia (POLRI) membenahi diri dan tidak melakukan kekerasan terhadap mahasiswa.

Aksi ini terkait dengan tindak kekerasan yang dilakukan Polisi saat mengamankan Aksi Unjukrasa mahasiswa Univ. Pamulang saat menolak kunjungan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna kekampusnya, Oktober 2012 tahun lalu. Dimana atas kejadian tersebut mahasiswa Univ. Pamulang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam aksi kali ini mahasiswa merindukan sosok Jendral Hoegeng yang merupakan salahsatu petinggi POLRI yang telah melakukan pembenahan struktur organisasi tahun 1969 lalu.

“POLRI tidak lepas dari sejarah kemerdekaan perjuangan Indonesia, selain menata keamanan dan ketertiban masyarakat dimasa perang, POLRI juga terlibat langsung dalam pertempuran melawan penjajahan, namun POLRI pada masa sekarang ini terkikis oleh hilangnya kesadaran dan kepedulian dari anggotanya atas kewenangan yang terlampau besar”, ucap Boma Angkasa yang merupakan Korlap Aksi dari KOMANDO Korwil Tangerang Selatan.

Lebih lanjut dalam orasinya Boma mengungkapkan bahwa karakter yang ditanam dimasing-masing anggota POLRI dilakukan oleh Jendral Hoegeng, merupakan berkarakter untuk melindungi, mengayomi dan melayani sangat dirasakan oleh setiap masyarakat, tapi sekarang sangat berbeda jauh sosok polisi saat ini menjadikan momok negatif bagi masyarakat, kesewenangan dilakukan mengatasnamakan ketertiban umum dan melaksanakan undang-undang malah menjadikan kepolisian sebagai “musuh bersama” dan konflik yang terjadi seperti pertempuran berat sebelah.

“Segala kekerasan, intimidasi, arogansi, maupun interfensi menjadi alat penindasan dan pembungkaman terhadap gerakan perlawanan yang mengakibatkan korban baik luka-luka atau jiwa dipihak mahasiswa dan rakyat”, lanjut mahasiswa lainnya.

Mahasiswa menganggap saat ini visi dan misi POLRI seakan-akan hanya sebatas hiasan didinding, Kantor Polsek/Polres/Polda.

Ada beberapa tuntutan dalam aksi ini, yaitu Menolak Lupa dan Menuntut segera diadili pelaku segala bentuk kekerasan yang melibatkan anggota POLRI hingga jatuhnya korban Jiwa yang menimpah seluruh Mahasiswa dan rakyat di Indonesia, Menolak diam dan menuntut segera dibebaskan seluruh Mahasiswa yang ditahan oleh POLRI terhadap upaya pembungkaman aspirasi mahasiswa serta menuntut disegerakannya penataan sistem institusi polri menjadi lebih baik, dengan ditempatkan sesuai letak kedudukannya dibawah Kementrian tidak dibawah Presiden.

“Tuntutan kita adalah sebagai bentuk kepedulian kita terhadap instansi POLRI dan kecintaan kita terhdap karakter Jendral Hoegeng yang pernah dimiliki didalam tubuh polri”, ucap Aktivis KOMANDO Yudi Rizali Muslim. (Rintho)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 15 + 8 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.