IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Kerukunan Umat Beragama Tangsel Terus Dipelihara

IndonesiaBicara.com-SERPONG (27/11/13). Meskipun secara umum kerukunan umat beragama di Tangerang Selatan (Tangsel) masih terjaga dengan baik, pembinaan tetap harus dilakukan. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tangsel, Abdul Rojak dalam diskusi kerukunan umat beragama yang mengambil tema Kerukunan Umat Beragama Untuk Keadilan dan Kesejahteraan Banten,

Menurut Abdul Rojak kerukunan hidup antar umat beragama di Tangsel harus terus dipelihara. “Sebagai umat beragama jangan sampai kita bertindak jika sudah ada kejadian konflik, seharusnya kerukunan terus dipelihara meskipun situasi wilayah kondusif”, terangnya.

Lebih lanjut, Rojak menerangkan bahwa dalam meminimalisir kerawanan-kerawanan yang ada, bukan saja tanggung jawab FKUB saja, tetapi juga tanggung jawab dari umat beragama itu sendiri.

“Jika terjadi gangguan konflik antar agama maka akan berdampak negatif terhadap situasi Tangsel”, kata Abdul Rojak yang juga Sekretaris MUI Kota Tangsel ini.

Rojak menambahkan, yang perlu dibangun saat ini adalah semangat moderat dalam demokrasi sehingga bisa menolak intoleransi dan ekstrimisme.

“saat ini Indonesia masuk dalam kategori relatif toleransi, yang maksudnya adalah negara yang sudah memiliki kesadaran dalam bertoleransi dan sudah tersedianya peraturan dan alur-alur kerukunan, namun terkadang masih ditemukan adanya bentrok antar umat beragama atau kekerasan terhadap umat agama lain. Indonesia masih harus belajar untuk menjadi sebuah negara yang berkategori aktif toleransi”, terangnya.

Sementara itu dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Persekutuan Gereja-gereja Banten ini juga menghadirkan Romo Benny Susetyo yang juga Sekretaris Eksekutif Konfrensi Wali Gereja Indonesia.

Romo Benny mengingatkan kepada para pemuka agama seperti para Ustaz, Pendeta dan juga Pastor untuk tidak bekerja hanya untuk umatnya saja, melainkan untuk seluruh umat manusia.

“Tokoh agama harus berperan aktif memberikan pencerahan kepada umatnya agar menumbuhkan sikap keadilan dan beradab yang bertujuan mensejahterakan masyarakat”, paparnya.

Kerukunan hidup antar umat beragama merupakan dasar berjalannya demokrasi disebuah negara.

“Demokrasi yang kebablasan bisa menjadi berbahaya, karena menimbulkan intoleransi dan tidak menghargai perbedaan”, pungkasnya (Rin).

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 3 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.