IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

KAR: Rezim SBY-Boediono Gagal

Massa KAR yang beraksi di Gedung Grahadi Surabaya, nyatakan SBY-Boediono gagal, (26/10).

IndonesiaBicara-Surabaya, (26/10/11). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Rakyat (KAR) melakukan aksi damai di depan Gedung Grahadi Surabaya (26/10). Dalam aksinya, peserta aksi melakukan aksi melukis karikatur yang intinya menggambarkan perjalanan Bangsa Indonesia dari masa kolonialisme, masa kemerdekaan, hingga pasca kemerdekaan.

Korlap aksi, Hendrik mengatakan bahwa melalui karikatur tersebut, ingin digambarkan bahwa masa kini sama dengan masa kolonialisme atau penjajahan Belanda, dimana sistem kerja paksa masih diterapkan saat ini melalui sistem kerja outsourcing (kerja kontrak), komersialisasi pendidikan dan kesehatan, serta adanya Undang-Undang Pengadaan Tanah yang dinilai semakin menyengsarakan rakyat.

Selama berkuasa dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, SBY-Boediono semakin memperparah kondisi kemiskinan dengan menghancurkan tenaga-tenaga produktif rakyat. Hal tersebut dapat dilihat dari setiap regulasi dan kinerja buruk pemerintah di berbagai bidang kehidupan rakyat.

Pasca momentum 2 tahun SBY-Boediono, bukannya kesejahteraan yang didapatkan masyarakat, melainkan reshuffle yang di satu sisi dinilai sebagai tindakan SBY-Boediono yang hendak menebus dosa, dan di sisi lain para elit politik beradu pernyataan atau menuding menteri dari partai lain untuk mempertahankan menterinya di kabinet. Bagi rakyat, reshuffle tidak akan merubah wajah pemerintah selama sistem kapitalisme dijadikan solusi oleh SBY-Boediono.

Oleh karena itu, kepemimpinan SBY-Boediono bukanlah jalan kesejahteraan bagi rakyat yang dutamakan, akan tetapi jalan lapang bagi penindasan terhadap rakyat Indonesia malah disiapkan selebar-lebarnya. Melihat krisis kapitalisme yang telah melahirkan penderitaan dan menjelang momentum Hari Sumpah Pemuda, maka KAR menyatakan sikap bahwa rezim SBY-Boediono dan elit politik telah gagal mensejahterakan rakyat. Selain itu, KAR juga menyerukan untuk membangun persatuan gerakan rakyat melawan neoliberalisme.

Menjelang 28 Oktober 2011 kegagalan SBY-Boediono akan terus dikabarkan lewat aksi mural dan mimbar bebas sebagai awalan menuju aksi yang lebih besar pada Hari Sumpah Pemuda. (GA)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 15 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.