IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Kapolda NTB : SMS Penculikan Anak Itu Tidak Benar, Masyarakat Jangan Terprovokasi

IndonesiaBicara.com – Mataram (23/10/12) Kapolda NTB Brigjen M Iriawan menegaskan jika Polda NTB dan jajaran sampai saat ini belum menerima adanya laporan penculikan.

Iriawan dalam jumpa persnya kepada wartawan baik cetak maupun elektronik mengatakan, jika sampai saat ini (kemarin, red), tidak pernah ada laporan penculikan yang masuk ke meja kepolisian. Bahkan polisi aktif menanyakan kepada warga dua hari terkhir akan adanya penculikan. Namun warga menjawab tidak ada.

Menurutnya, masyarakat telah terprovokasi dengan pesan singkat yang disebarkan orang tidak bertanggung jawab itu. Kecurigaan masyarakat pun menguat dan menuduh orang yang terlihat asing masuk ke desanya lalu dibunuh. Hingga kini, korban tuduhan penculikan pun menjadi lima.

Badrun alias amaq Rohmani, 40-an tahun warga Dasan Koah, Desa Mekar Sari, Kecamatan Suela, Lombok Timur. Dia tewas mengenaskan di Mapolsek Kediri, Lombok Barat. Putu Suarjana, 32 tahun warga BTN Sweta Indah, Cakranegara, Mataram yang terbunuh di Desa Selat, Narmada, Lobar. Keduanya dibunuh warga yang mencurigai mereka penculik, Minggu lalu (21/10).

Dedi Sunandar Abdullah, 32 tahun warga Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Arif Muludin Hidayat, 25 tahun asal Bima namun menjadi warga Tebaban, Suralaga, Lombok Timur. Keduanya dibunuh di depan Mapolsek Kuta, Lombok Tengah. Dan Suhaimi, 28 tahun warga Somoyang, Peraya Timur, Loteng yang terbunuh di Desa Sukaraja, Jerowaru Lotim. Ketiganya meninggal, Senin lalu (22/10).

Lanjut Kapolda, saat ini Polda NTB tengah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk melacak sumber sms sara itu. Termasuk memanggil seluruh provider seluler. Mulai dari telkom, telkomsel, XL, Indosat, Tri dan lainnya. Ia juga mengaku, provokator disalah satu tempat kejadian perkara (TKP) sudah teridentifikasi. “ Tapi kami tidak mau beberkan dulu. Ini sangat dirahasiakan, kalau kami buka takutnya mereka kabur. Dan saya tunggu izin Mabes Polri,” katanya.

Terkait motivasi pelaku, ia belum mengetahui pasti. Pasalnya, saat ini pihaknya menyelidiki masalah ini. Dan analisa awal, warga diprovokasi yang mengarah isu sara.terlebih NTB saat sedang berkembang, jalan-jalan sudah mulus mengalahi jalanan di Pulau Jawa. Pariwisata menggeliat, penerbangan tidak pernah sepi. Namun analisa lain termasuk motivasi lain akan disampaikan jika provokator ditangkap.

Ia mengatakan, untuk mengatasi masalah ini. Dirinya telah berkoordinasi dengan gubernur, wakil gubernur dan seluruh Bupati/Walikota se-NTB. Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Termasuk, menerjunakan tim intel, patroli Shabara  hingga Babinkamtibmas ke desa-desa untuk menciptakan kemanan dan ketertiban.

Mantan Dir Baharkam Polri ini menegaskan, penegakan hukum sedang dilakukan. Menyelidki sumber sms termasuk provokator dilapangan. Hingga mereka berhasil ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ditempat yang sama, sekertasi jenderal (sekjen) Pemda Pancasila NTB Agus Mertahariadi mendorong agar Polisi segera mengungkap sumber dan provokasi warga melalui pesan singkat ini. Warga juga diharapkan bisa menjaga diri dan jangan terprovokasi. “Bangkespoldagri NTB juga kami minta untuk mengundang ormas dan LSM. Untuk menyuarakan bersama sms itu tidak benar dan masyarakat jangan terprovokasi. Ini desain karena NTB sedang berkembang,” katanya.

Senin malam lalu (22/10) di Senggigi, Lombok Barat, Menteri Koordinasi Politik hukum dan keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto mengatakan, informasi yang diterimanya terkait isu sms provokasi yang mengarah ke konflik sara jika Polda NTB tengah melakukan penyelidikan.

Ditempat yagn sama, Ketua DPRD NTB L Sujirman menyayangkan sikap masyarakat yang cepat terpicu sms porovokasi. Ini kata dia, menjadi pekerjaan rumah bersama bagi semua elemen pemerintahan dan masyarakat. terutama peran toga, toma yang sangat efektif untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. “ Untuk motifasi belum tahu, mudahan kedepan ini tidak terjadi lagi dan kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya. (Ary/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 7 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.