IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Kapal Pukat “Gerandong” Dilarang Masuk

IndonesiaBicara.com-Percut Sei Tuan, (19/05/12). Pelarangan Kapal Pukat “Gerandong” yang masuk di perairan Bagan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, dapat mengganggu pendapatan nelayan tradisional di daerah tersebut dan merusak sumber biota laut.

Kapal Pukat tersebut menggunakan alat tangkap yang dikenal tidak ramah lingkungan, ungkap seorang nelayan tradisional di Desa Bagan Percut Sei Tuan. Alat tangkap pukat “gerandong” yang ditarik menggunakan dua kapal ikan berukuran besar itu, menurut dia, tidak bersahabat dengan nelayan tradisional di Bagan Percut Sei Tuan yang selama ini menggunakan alat tangkap pukat cincin.

Kapal pukat ‘gerandong’ itu, tetap tidak dibenarkan beroperasi menangkap ikan di wilayah perairan Percut Sei Tuan. Ini adalah merupakan hasil kesepakatan nelayan tradisional tersebut, larangan terhadap alat tangkap pukat “gerandong” tersebut juga berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 02 Tahun 2011 tentang Larangan Pengoperasian Alat Tangkap Tidak Ramah Lingkungan.

Sehubungan dengan itu, nelayan tradisional tidak menginginkan alat tangkap perusak lingkungan tersebut berada di Percut Sei Tuan. Hal ini membahayakan bagi kelangsungan sumber biota laut. Bahkan beberapa minggu lalu kapal ikan pukat “gerandong” yang juga sedang melintas di perairan Percut Sei Tuan itu, dihalau atau diperintahkan nelayan tradisional segera meninggalkan tempat tersebut.

Sementara itu, informasi yang diperoleh menyebutkan, jumlah nelayan tradisional di Desa Bagan Percut Sei Tuan diperkirakan mencapai lebih kurang 945 orang dan mereka menggunakan alat tangkap tradisional. Desa Bagan Percut Sei Tuan, sekitar lebih kurang 25 km dari inti Kota Medan itu, selama ini juga dijadikan sebagai sentra perkampungan nelayan di Kabupaten Deli Serdang.

Berbagai jenis ikan segar dari tangkapan nelayan tradisional yang dipasarkan di tempat penjualan ikan Bagan Percut Sei Tuan, yakni udang galah, udang lobster ukuran kecil, udang kelong, ikan kakap, ikan kerapu, ikan kembung, ikan sembilang, ikan sebelah, ikan pari, cumi-cumi, kepiting dan ikan lainnya kualitas ekspor. (Herda)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 10 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.