IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Indonesia Siap Jadi Pusat Pengetahuan Bagi Kerjasama Triangular Dan Negara-Negara Berkembang Di Selatan-Selatan

Indonesiabicara-Nusa Dua, (10/07/2012). Pagi ini Wakil Presiden RI Dr. Boediono membuka High Level Meeting: Towards Country-Led Knowledge Hubs 2012 di Grandhyatt, Nusa Dua. Dalam pidato pembukaannya, Wakil Presiden RI mengatakan “Indonesia siap menjadi pusat pengetahuan bagi kerjasama Triangular dan negara-negara berkembang di Selatan-Selatan serta percaya dapat berbagi pengalaman dengan negara berkembang lain.”

Wapres mengatakan bahwa para peserta negara Selatan-Selatan yang berada di ruangan ini memiliki tantangan besar menaungi lansekap global, dimana tantangan-tantangan ini meliputi tekanan finansial dan pertumbuhan ekonomi yang melambat di negara-negara maju, pertumbuhan penduduk yang tinggi, urbanisasi dan kompetisi tinggi untuk memperoleh sumber daya yang semakin sedikit. Ini semua tantangan besar yang harus kita waspadai.

Kerjasama Triangular dan Selatan-Selatan bukan sesuatu yang baru. Kerjasama spesifik ini telah berkembang pesat tiga dekade terakhir, terutama dalam implementasi kerjasama tekhnis, pelatihan, beasiswa pendidikan negara berkembang dan penempatan ahli-ahli pembangunan di negara berkembang lain, Katanya.

Keuntungan utamanya adalah banyak negara-negara berkembang berbagi kebijakan lingkungan dan masalah yang sama, sehingga ketika kerjasama Selatan-Selatan dibentuk, masing-masing negara bisa lebih memahami tantangan yang dihadapi rekannya. Keuntungan lain adalah, ketika pembuat kebijakan atau praktisi dari negara berkembang mempelajari program lain yang bisa bekerja dengan baik di negaranya namun tidak bekerja dengan baik di negaranya, akan timbul semangat untuk mempelajari kisah sukses itu dan melakukan sesuatu.

Wapres berharap, konferensi ini bisa menumbuhkan terbentuknya jaringan profesional yang inovatif dan bisa menjadi motor kerjasama Triangular dan Selatan-Selatan. Kerjasama inklusif membutuhkan upaya berbagi pengetahuan, informasi, pengalaman dan cara kerja.

Sementara itu, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, MA mengatakan pertemuan tingkat tinggi ini, Indonesia menjadi tuan rumah dengan melibatkan sedikitnya 46 negara dan diikuti sekitar 300 peserta.

“Pertemuan tersebut akan mengangkat tiga bidang isu yakni masalah pembangunan, program demokrasi pemerintahan dan kebijakan ekonomi makro dan mikro,” tambahnya. (L30)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 4 + 10 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.