IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

HTI Dan FPI Kompak Tolak “Miss World”

IndonesiaBicara.com-SERPONG (14/9/13). Gelaran ajang ratu kecantikan “Miss World” di Indonesia terus menuai penolakan. Seperti yang dikatakan Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Serpong Setu, Abu Zuhdi. Dirinya menilai pelaksanaan Miss World merupakan sarana eksploitasi kaum perempuan, padahal dalam Islam perempuan ditempatkan pada tingkatan yang mulia dan harus dilindungi.

“Dalam ajang Miss World kaum perempuan dipertontonkan dan berlaga diatas panggung dengan menampilkan auratnya, sehingga hal ini sangat bertentangan dalam ajaran Islam”, kata Abu Zuhdi.

Alasan diselenggarakan Miss World di Indonesia sangat mengada-ada dan orientasi serta tujuannya hanya bisnis semata

“HTI dalam hal ini hanya melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, dimana ada ketidakbenaran maka HTI akan memperjuangkannya, tetapi HTI melakukannya dengan pemikiran dan tidak tidak perlu dengan kekerasan”, ucapnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Front Pembela Islam (FPI) Serpong, Ustadz Doni. Dimana
FPI mendukung sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang secara tegas menolak pelaksanaan Miss World di Indonesia.

“FPI berpesan kepada pemerintah agar Fatwa Ulama tidak diabaikan begitu saja dan sudah seharusnya pemerintah mengikuti sikap MUI”, ujar Ustadz Doni

Penduduk Indonesia, menurut Ustadz Doni adalah mayoritas beragama Islam, FPI menilai bahwa Miss World jika dipandang dari sudut agama Islam sangat kontradiktif dan tidak ada manfaatnya.

“Seharusnya Pemerintah melihat apa yang sudah pernah terjadi di Nigeria, dimana ada penolakan disana namun pemerintahnya tidak mengindahkan sehingga menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit. Jangan sampai hal ini terjadi di Indonesia”, pungkasnya. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 12 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.