IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Hasil Konsolidasi ke-4 Komando : “Perlu Penyelamatan Konstitusi”

IndonesiaBicara.com-PAMULANG (07/03/14). Setelah menggelar Konsolidasi ke-4 di Cianjur Jawa Barat, gabungan aktivis pergerakan mahasiswa Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) akhirnya melahirkan Piagam Suryakencana.

Seperti yang dijelaskan oleh Humas Komando, Boma Angkasa bahwa para mahasiswa yang tergabung dalam komando, melahirkan Piagam Suryakencana untuk menyelamatkan konstitusi dengan mengembalikan Undang – Undang Dasar 1945 yang asli.

“Berdasarkan fakta yang terjadi, negara Indonesia seakan tidak berdaya di kaki – kaki kukuh kapitalisme/neoliberalisme. Cengkraman neoliberalisme semakin kuat ketika segelintir ekonomi nasional justru berkeras hati untuk tetap berkiblat ke barat melalui produk kebijakan ekonomi nasional yang bernuansa kapitalis atau neolib”, terang Boma.

Oleh karena itu, menurut Boma, perlu dibangun kesadaran dan kebijakan nasional untuk menyelamatkan negara Republik Indonesia dari Imperalisme baru atau Neoliberalisme dibidang politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, agama, hukum, pertahanan dan keamanan.

“Konstitusi mengamanatkan agar pembangunan ekonomi Indonesia harus berdasarkan prinsip ekonomi kerakyatan sesuai dengan UUD 1945 yang asli sehingga mampu menciptakan terwujudnya kedaulatan ekonomi Indonesia dan semata mata untuk kemakmuran rakyat”, lanjut mahasiswa Universitas Pamulang ini.

Komando juga menyoroti tentang penyelenggaraan Pemilihan umum (Pemilu) 2014. Menurutnya disaat kondisi negara saat ini tidak menjamin lahirnya pemimpin – pemimpin yang lebih baik dari pemimpin sebelumnya. Karena tidak akan ada lagi partai yang dominan dan hanya melahirkan partai koalisi yang bukan mengedepankan gagasan arah bangsa tetapi hanya mengedepankan koalisi pragmatis.

“Maka dari itu diberlakukannya Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen merupakan bukti nyata penghianatan terhadap konstitusi, karena buah hasil dari amandemen UUD 1945 dari pertama sampai keempat secara nyata membuka pintu penjajahan yang bertolak belakang dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Pembukaan UUD 1945, Pancasila sebagai Ideologi Negara dan Falsafah Bangsa, berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, Berkepribadian secara Sosial Budaya. Hal inilah yang menjadi alasan bahwa Amandemen UUD 1945 tidak dapat mempunyai daya imunitas terhadap penjajahan saat ini”, pungkasnya. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 8 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.