IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Guru Agama Islam Harus Ajarkan Toleransi Antar Umat Beragama

IndonesiaBicara.com-SERPONG (30/07/13). Sekolah melalui guru memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa, dimana guru adalah tokoh sentral apakah siswa didiknya akan menjadi siswa yang toleran, humanis, menghargai perbedaan atau menjadi siswa yang tidak toleran. Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Mathoda dalam kegiatan Ramadhan Ceria, dengan tema Ramadhan, Toleransi, Demokrasi dan NKRI di Aula MAN Insan Cendika Serpong Tangsel.

Dalam materinya dihadapan ratusan Guru Pendidikan Agama Islam se-Tangsel , Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathoda menjelaskan bahwa guru harus bisa memberikan pembelajaran yang toleran berorientasi kepada kerukunan dan menghargai perbedaan.

“Peran orang tua juga sangat penting dalam menumbuhkan sikap toleran, moderat terhadap anaknya, sudah seharusnya orang tua mengajarkan kerukunan dan menghargai perbedaan terhadap orang yang berbeda keyakinan. Orang tua juga harus memperkenalkan maupun mengajarkan kepada anaknya tentang adanya perbedaan agama serta keyakinan disekelilingnya”, jelas Mathoda. .

Sementara itu Muhamad Wahyuni Nafis MA dari Universitas Paramadina, mengingatkan kepada guru yang hadir terhadap pentingnya toleransi antar umat beragama di Indonesia. “Toleransi beragama berarti saling menghormati antar umat dan setiap umat beragama tidak dibolehkan saling menghakimi keimanan atau keyakinan umat lain. Soal keimanan adalah hak perogatif Allah SWT, sedangkan hak manusia hanyalah pada wilayah sosial-kemanusiaan saja, tidak diperkenankan memasuki wilayah keimanan orang lain”, kata Wahyuni Nafis.

Terhadap kelompok tertentu yang memiliki keyakinan berbeda dengan kita, menurut Nafis juga hendaknya diperlakukan dengan baik selama mereka tidak melakukan tindakan jahat.

“Islam sangat melarang kepada umatnya untuk tidak melakukan kejahatan meskipun berbeda agama dan keyakinan”, terangnya.

Nafis juga berpesan kepada guru agama Islam untuk terus menambah dan meningkatkan kualitas pemahamannya tentang toleransi dan kerukunan.

“Sebelum mengajarkan kepada siswa atau orang lain gurunya harus bersikap toleran dan bersikap ramah”, tutup Nafis. (Rin).

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 3 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.