IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Gubernur Sumbar Tolak PMA Kelapa Sawit

Indonesiabicara-Padang, 2 Juli 2009. Gusar atas penolakan investor perkebunan Kelapa Sawit asing untuk menggandeng petani lokal, Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi, menyatakan bakal menutup keran investasi perkebunan Kelapa Sawit.  “Kami pertahankan investasi asing cukup segini saja dan mengarahkan lahan yang masih ada untuk kepentingan masyarakat,” kata Gamawan.

Gamawan menuturkan saat ini pasokan lahan kosong di Sumatera Barat tinggal 40.000 hektar saja. Sedangkan untuk pembukaan sebuah perkebunan kelapa sawit membutuhkan lahan puluhan hektar. Oleh karena itu sisa lahan yang ada dipergunakan untuk pemberdayaan masyarakat miskin. Salah satunya lewat program landreform yakni membagi-bagiakan lahan kepada masyarakat untuk selanjutnya dimanfaatkan buat pertanian, perkebunan atau peternakan. “Bisa juga mencontoh konsep velda seperti di Malaysia ,” imbuh Gamawan.

Namun demikian gagasan tersebut menghadapi sejumlah kendala. Yang utama adalah luas lahan yang ada tidak cukup bagi seluruh masyarakat miskin di Sumatera Barat. Bila diasumsikan terdapat 100.000 KK miskin yang masing-masing mendapat 2 hektar maka dibutuhkan 200.000 hektar lahan. Selain itu adalah masalah pembiayaan. Untuk mengatasinya Gubernur mengusulkan mengambil dana dari kredit revitalisasi perkebunan senilai Rp500 juta atau dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp500 ribu per KK. “Mungkin para bupati dapat memberikan semacam subsidi buat pembiayaan,” usul Gamawan.

Usulan Gamawan tadi juga mendapat dukungan dari anggota Komisi II DPRD Sumatera Barat, Endarmy. “Jika investor baru diterima maka semakin meminggirkan petani lokal,” ujar Endarmy seraya mengatakan selama ini keberadaan investor perkebunan asing justru tidak membawa manfaat besar untuk perekonomian masyarakat sekitarnya.

Saat ini di Sumatera Barat terdapat 276.410 hektar perkebunan Kelapa Sawit. Terdiri atas 67,5 persen perkebunan rakyat dan 32,5 persen milik perkebunan negara maupun  swasta. Sebelumnya salah satu investor Kelapa Sawit asala Malaysia berniat menjajaki pembukaan lahan perkebunan Kelapa Sawit seluas 50 hektar. Namun ditolak oleh Gubernur Gamawan Fauzi karena enggan memberikan 20 persen lahan untuk perkebunan plasma sawit petani lokal. (Ahm)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 5 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.