IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Gizi Buruk Kembali Ditemukan di Lombok Utara

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (27/11/11). Meski Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara terus berupaya mengatasi persoalan kasus gizi buruk dan kurang gizi namun hingga sekarang masalah tersebut belum tuntas dan belum dapat ditangani dengan maksimal. Buktinya kasus gizi buruk ditemukan lagi di wilayah Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang, tepatnya di Dusun Karang Subagan.

Rizki, balita yang berumur 5 bulan anak dari Lalu Aji Kasman dengan Julia itu hanya memiliki berat bedan 4 kg. Bahkan sejak awal oleh petugas Posyandu Desa setempat,  balita malang yang sudah ditinggal pergi oleh sang ibu sejak umur 1,5 bulan karena bercerai itu sudah berada dibawah garis merah, sehingga sampai saat ini berat badan balita tersebut tidak memiliki peningkatan.

Balita malang yang memiliki nama lengkap Lalu Muhamd Rizki itu selain memiliki masalah gizi juga mengalami bibir sumbing sejak lahir dan mengalami gangguan pada tenggorokan sehingga kesulitan untuk mengeluarkan suara.

Kondisi memprihatinkan juga semakin dialami Rizki sejak ditinggal sang ibu dan harus tinggal dengan neneknya Inaq Fajariah yang kondisi ekonominya serba kekurangan. Kakek Rizki hanya mencari nafkah sebagai tukang ojek. Sedangkan ayah Rizki yang ternyata kawin muda itu tidak memiliki pekerjaan yang pasti.

“Baru dua kali Rizki diberikan bantuan susu dan telur oleh pemerintah. Bantuan pertama pada bulan Juni 2011 lalu berupa susu SGM 600 gram dan satu tray telur, sedangkan bantuan serupa yang kedua diberikan bulan Nopember sekarang,“ ungkap Inaq Fajariah ditemui wartawan dirumahnya Sabtu (27/11) kemarin.

Menurut Inaq Fajariah, sebenarnya berat badan Rizki tidak mengalami persoalan saat masih menyusui pada ibunya, namun setelah satu bulan lebih, ibunya kabur dari rumah karena persoalan rumah tangga, berat badan dan gizi Rizki mengalami penurunan secara drastis,“ sebutnya.

Karena alasan ekonomi, Inaq Fajariah tidak pernah membawa Rizki ke rumah sakit untuk perawatan yang lebih maksimal. “Saya tidak pernah membawanya ke rumah sakit untuk berobat karena tidak ada biaya dan selama ini hanya ditangani oleh petugas Posyandu saja,“ ungkapnya.

Kini Inaq Fajariah sangat berharap uluran tangan dari pemerintah agar pertumbuhan dan kesehatan cucunya itu seperti balita lainnya yang tumbuh sehat dan normal.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr Beny Nugroho saat dikonfirmasi melalui saluran telepon terkait hal ini tidak dapat dihubungi. (Syaif/in)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.