IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Eksekusi Tanah Dan Rumah Nyaris Ricuh

Indonesiabicara.com–CIKUPA (12/06/2013)   Pengadilan Negeri (PN) Tangerang melakukan eksekusi tanah dan bangunan di Kampung Cirewed Rt01/01 Desa Sukadamai Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang nyaris ricuh. Dalam eksekusi tersebut puluhan aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP Kabupaten Tangerang dengan sigap melerai cekcok mulut antara pihak pemohon dan keluarga yang menempati lahan tersebut.

Pembacaan eksekusi oleh juru sita PN Tangerang dikawal ketat oleh aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP Kabupaten Tangerang. Didampingi oleh perwakilan dari pihak pemohon yakni H. Halimi. Sekitar pukul 10.00 Wib usai pembacaan eksekusi atas putusan pengadilan berdasarkan surat penetapan Nomor : 12/PEN.EKS/2006/PN.TNG.

Perwakilan pihak keluarga Hj Sopiah dan H Sapiih selaku termohon beberapa kali melakukan lobi untuk penundaan eksekusi. Sebab masih banyak barang-barang yang terdapat di dalam rumah diatas tanag seluas 2407 meter tersebut. Cekcok mulut sempat terjadi. “Kami minta eksekusi ditunda, karena masih banyak barang didalam rumah. Kita inikan masih saudara,”kata Buyung kepada perwakilan keluarga H Halimi selaku pemohon. Guna menghindari kericuhan polisi pun langsung melerai kedua belah pihak dan memastikan eksekusi tetap berjalan aman.

Juru Sita PN Tangerang, Sularno mengatakan, Eksekusi ini juga untuk memenuhi bunyi putusan PN Tangerang pada Agustus tahun 2002 lalu, junto putusan Pengadilan Tinggi Bandung pada Februari 2013, junto putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2670 K/Pdt/2003 pada bulan Juli 2005. “Keputusan ini telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan pasti. Jadi kami melakukan eksekusi juga atas perintah pimpinan, juga pemohon eksekusi yakni H Halimi dengan luas lahan kurang lebih 2407 meter,”.

Sebelumnya tanah seluas 2407 yang ditempati oleh keluarga Hj Sopiah dan Sapiih digugat oleh H Halimi, yang juga masih saudara pihak yang digugat. Kasus ini lanjut Sularno sudah ada putusan eksekusi dari PN Tangerang pada tanggal 17 Agustus 2002 lalu. Namun baru dilakukan eksekusi karena ada proses banding dan kasasi dari pihak termohon atau yang digugat, sehingga membutuhkan waktu yang lama.

Sementara, kuasa hukum Hj Sopiah dan H Sapiih selaku termohon, Walim mengatakan, pihaknya menghormati eksekusi yang dilakukan juru sita PN Tangerang sesuai berita acara yang dibacakan. Namun, pihaknya mengajuka permohonan penundaan pengosongan. “Karena disini keluarga besar menyangkut teknis pengosongan ya kami minta waktu dua hari dan itu disepakati kedua belah pihak dalam surat pernyataan,”katanya.

Walim juga mengatakan, antara pihak termohon dan pemohon sebetulnya masih keluarga. Sehingga pihaknya berupaya menempuh jalur damai secara kekeluargaan dalam eksekusi ini. (Aditya/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 11 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.