IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Distan Karangasem Berangus Ratusan Tikus

IndonesiaBicara-Amlapura (13/05/11). Setelah berhasil menangani hama ulat bulu yang sempat meresahkan masyarakat dan mengancam tanaman di Desa Tumbu Kabupaten Karangasem, kini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Karangasem memburu binatang tikus sawah yang yang menyerang sejumlah subak di bilangan Babi Tunu di wilayah Desa Tenganan.

Kadis Pertanian TPH I Komang Subratayasa bersama Kabid Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Karangasem I Ketut Polih SP didampingi PPS I Gusti Lanang Mayun, Kasi Pengendalian Hama I Gusti Nengah Rai, UPTD Pertanian Kecamatan Manggis I Wayan Rumasih, PPL I Wayan Swarna, mengatakan kegiatan pemberantasan dan pengendalian hama dilaksanakan di Subak Babi Tunu dengan melibatkan 2 subak lainnya yakni Subak Panti dan Subak Telepas di wilayah Desa Tengaan Pageringsingan Kecamatan Manggis.

Adapun tujuan dari kegiatan pengendalian hama tikus adalah dalam rangka untuk mengantisipasi fenomena dan anomali iklim dan pengamanan produksi beras.

Kegiatan diikuti 115 petani dengan luas area penangkapan 60 hektar dilaksanakan melalui tehnik pengomposan terhadap ratusan lubang tikus. Sejauh ini hama tikus di Subak Babi Tunu dilaporkan oleh Petugas Pengendal Organisme Tumbuhan Kecamatan Manggis Ni Nyoman Sumiati, bahwa di subak setempat merupakan wilayah endemis tikus.

Endemis tikus mendorong perkembangbiakan tikus secara cepat sehingga dapat sehingga dapat menurunkan produksi padi. Di subak Babi Tunu produksi per satuan hektar mencapai 6,4 ton. Serangan hama tikus kali ini di subak setempat termasuk cukup tinggi intensitasnya. Untuk itu pihak Dinas Pertanian TPH Karangasem melakukan kegiatan pengendalian dan penangkapan tikus secara massal.

Pada kegiatan itu berhasil ditangkap sejumlah ratusan ekor tikus yang lanjut dimusnahkan dengan cara dibakar dan dibenamkan kedalam tanah. Pelaksanaan sistim pengomposan di lapangan dilakukan dengan cara membakar tiran (briket serbuk belerang-Red) dengan menggunakan alat pengomposan untuk memasukkan asap ke lubang tikus. Tidak berselang lama tikus keluar dan dibunuh secara massa oleh petani.

Satu lubang rata-rata dihuni oleh 3-4 ekor tikus yang ukurannya relatif besar, dengan menghabiskan tiran sebanyak 900 buah.

Sesuai kepercayaan masyarakat setempat dalam kaitan pemusnahan hama tikus diawali dengan upacara Matur Piuning di Pura Ulun Suwi sebelum operasional memburu tikus dimulai.

Adapun target sasaran produksi beras Kabupaten Karangasem tahun 2010 sebanyak 38.560 ton sedangkan produksiya saat ini telah mencapai 41.500 ton. (Din/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 8 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.