IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

BKD Halbar Akan Terus Selidiki Oknum Yang Bermain

IndonesiaBicara-Jailolo, (17/03/11). Isu percaloan dan diskriminasi putra daerah saat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) sempat berkembang dan meluas di kalangan masyarakat Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Halbar, Jubair Latief berkesempatan menjelaskan duduk permasalahan isu tersebut kepada indonesiabicara.

Menurut Jubair, kasus yang hangat dibicarakan seputar penerimaan CPNSD Halbar ini dimulai dari seorang putra daerah yang mendaftarkan diri untuk mengikuti test CPNSD. Saat dilakukan verifikasi, berkas pendaftaran tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang mensyaratkan lulusan S1 sehingga dinyatakan tidak lulus. Akan tetapi, disinyalir adanya keterlibatan oknum petugas BKD Halbar, berkas tersebut terus diproses sehingga dapat mengikuti seleksi akademik.

Setelah hasil test diumumkan dan dinyatakan lulus, berkas kemudian diteruskan ke BKN Regional Manado dan Kemenpan. Saat dilakukan pemeriksaan ulang, hasil kelulusan akhirnya dianulir sebab kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan tidak sesuai dengan tingkat pendidikan putra daerah tersebut. Syarat yang dibutuhkan S1 sedangkan pendaftar hanya memiliki ijazah Diploma III.

Untuk itu BKD akan terus menyelidiki pihak-pihak yang diduga ikut “bermain” dalam proses CPNSD tahun ini. Dirinya prihatin sebab kejadian ini diluar dugaan pihak BKD Halbar yang telah bekerja secara transparan dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Selanjutnya, pihak BKD Halbar akan memberikan penjelasan lebih detail jika ada pihak-pihak yang mempertanyakan atau merasa dirugikan dengan adanya kasus ini. (Wawan)

IndonesiaBicara-Jailolo, (17/03/11). Isu percaloan dan diskriminasi putra daerah saat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) sempat

berkembang dan meluas di kalangan masyarakat Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Halbar, Jubair Latief berkesempatan

menjelaskan duduk permasalahan isu tersebut kepada indonesiabicara.

Menurut Jubair, kasus yang hangat dibicarakan seputar penerimaan CPNSD Halbar ini dimulai dari seorang putra daerah yang mendaftarkan diri untuk mengikuti

test CPNSD. Saat dilakukan verifikasi, berkas pendaftaran tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang mensyaratkan lulusan S1 sehingga dinyatakan tidak

lulus. Akan tetapi, disinyalir adanya keterlibatan oknum petugas BKD Halbar, berkas tersebut terus diproses sehingga dapat mengikuti seleksi akademik.

Setelah hasil test diumumkan dan dinyatakan lulus, berkas kemudian diteruskan ke BKN Regional Manado dan Kemenpan. Saat dilakukan pemeriksaan ulang, hasil

kelulusan akhirnya dianulir sebab kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan tidak sesuai dengan tingkat pendidikan putra daerah tersebut. Syarat yang dibutuhkan

S1 sedangkan pendaftar hanya memiliki ijazah Diploma III.

Untuk itu BKD akan terus menyelidiki pihak-pihak yang diduga ikut “bermain” dalam proses CPNSD tahun ini. Dirinya prihatin sebab kejadian ini diluar dugaan

pihak BKD yang telah bekerja secara transparan dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Selanjutnya, pihak BKD akan memberikan penjelasan lebih detail

jika ada pihak-pihak yang mempertanyakan atau merasa dirugikan dengan adanya kasus ini. (Wawan)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 15 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.