IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

BBM Langka, Supir Truk Berdemo di DPRD Kota Kendari

IndonesiaBicara.com-Kendari, (09/02/11). Ratusan sopir truk di Kota Kendari berunjukrasa di kantor DPRD Kota Kendari memprotes kelangkaan BBM jenis solar yang sudah terjadi beberapa pekan terakhir.

Dalam aksinya, para sopir truk memblokir ruas Jalan S Parman dengan kendaraan truk yang mereka kendarai mulai dari depan Kantor DPRD Kota Kendari hingga Kantor Bappeda Sultra.

Akibatnya, arus lalulintas di jalan ini lumpuh. Untuk menghindari kemacetan, aparat Kepolisian terpaksa mengalihkan lalulintas ke jalur alternatif.

Pengunjukrasa yang tergabung dalam Persatuan Sopir Truk Kendari (PERSOT), menuding ada dugaan keterlibatan sejumlah pihak atas hilangnya BBM jenis solar di seluruh SPBU Kota Kendari.

Pihak yang dimaksud antara lain, oknum aparat (TNI dan Polri), pengelola SPBU, termasuk petugas SPBU dan pengecer.

“Susah mengawasinya karena ada sejumlah oknum aparat yang ikut bermain, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan juga diduga terkait dengan hal ini,” ungkap Ramlan, Koordinator PERSOT Kendari dihadapan Anggota Dewan.

Sementara itu, salah seorang perwakilan pengelola SPBU di Kota Kendari, Kisra Batarai menampik tudingan keterlibatan pihaknya atas kelangkaan solar.

“Tidak ada permainan. Kelangkaan ini murni disebabkan terbatasnya pasokan BBM bersubsidi khususnya jenis solar dari pihak pertamina ke SPBU,” katanya.

Ketua DPRD Kota Kendari, Abdul Razak, yang menerima pengunjukrasa berjanji akan segera berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengatasi persoalan ini.

“Kita akan mendesak pemerintah untuk mengawasi distribusi BBM, termasuk meminta kepada Pertamina untuk menambah stok BBM jenis solar di Kota Kendari,” jelasnya. (KmK)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 7 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.