IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Aksi Mogok Massal Sopir Truk Angkutan Batubara Perusahaan SG dan RK

Indonesiabicara-Bengkulu 2 Agustus 2009. Pada saat menjelang pukul 16.00 wib, di Depan Rumah Dinas Walikota Bengkulu dan di Depan Kantor Gubernur Prov. Bengkulu, berlangsung aksi mogok kerja oleh sopir truk angkutan batubara, yang berjumlah 120 orang, dipimpin oleh : Ridwan (Adik Kandung Yanto pemilik Slamet Group (SG)), Sapridon (Pemilik RK), Tabrani (Sopir truk angkutan batubara (SG)), hal ini dikarenakan masalah jalur yang tidak jelas, sehingga sopir angkutan batubara tidak bisa beroperasi.

Pukul 16.00 wib, truk angkutan batubara yang menuju ke arah jembatan kembang sri ditolak oleh pekerja jembatan dan akhirnya berkumpul di depan rumah dinas Walikota Bengkulu. Pukul 21.00 wib, Sapridon (Pemilik Perusahaan truk angkutan batubara RK), Tabrani (Sopir truk angkutan batubara (SG)), berusaha menemui Walikota namun tidak ada ditempat, dan akhirnya ditemui Mi’an Nusi (Kabagkesra Kota Bengkulu).

Sapridon (Perusahaan truk angkutan batubara RK), dalam keterangaannya mengatakan “Kami kesini hanya minta kejelasan rute yang akan kami lalui, karena kami merasa menjadi dipermainkan. Pemerintah hari ini memperbolehkan, namun besok melarang kami melewati jalan kota. Maka dari itu, kami meminta kejelasan dari Pemerintah”.

Hal senada juga ditambahkan oleh Mi’an Nusi (Kabagkesra Kota Bengkulu), mengatakan “Walikota tidak ada ditempat dari siang hari karena mengikuti panen raya. Aspirasi saudara-saudara sekalian kami terima, namun kami minta jangan anarkis, dan kami belum bisa memutuskan sekarang, karena bukan wewenang kami”.

Pukul 00.00 wib, truk angkutan batubara yang parkir di depan rumah Walikota Bengkulu mulai bergerak, namun dihadang oleh Polres Bengkulu. Pukul 01.00 wib, Kapolres Bengkulu datang menemui sopir angkutan batubara dan meminta sopir untuk bersabar, dan jangan ada yang berjalan menuju Kantor Gubernur Bengkulu. Pukul 01.30 wib, Kapolres Bengkulu meninggalkan lokasi, dan sopir tetap diminta tenang dan sabar menunggu. Pukul 04.00 wib, atas perintah dari Kapolres Bengkulu, sopir truk angkutan batubara diperbolehkan menuju Kantor Gubernur Bengkulu. Hingga berita ini terbit, aksi demo terus berlangsung dalam pengawalan pihak kepolisian. (Indo Berita)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 3 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.