IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Aksi Buruh Di Balaraja “Ricuh”

Indonesiabicara.com–Balaraja, (24/09/2012)  Karyawan Outsourching PT Dharma Polimetal (DP) yang berlokasi di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang melakukan aksi unjuk rasa bersama yang diikuti sekitar 50 orang . Dalam aksi unjuk rasa puluhan buruh kontrak  ini, meminta penjelasan kepada pihak management perusahaan yang me-rumahkan hampir sekitar 65 orang karyawan tanpa alasan yang jelas dan entah sampai kapan.

Sekjend DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kabupaten Tangerang, Gatot Subgyo mengatakan, aksi ini dilakukan guna menuntut hak-hak buruh, seperti penghapusan sistem kerja kontrak  dan kompensasi uang makan pada bulan puasa yang tidak dibayarkan oleh perusahaan produsen komponen motor dan kendaraan roda empat ini. Sedangkan, para buruh itu sudah di rumahkan secara sepihak sejak  bulan Agustus lalu.

“Jumlah buruh yang di rumahkan itu sekitar 200 orang. Mereka bekerja di PT DP ini bervariatif sudah 7 hingga 8 tahun. Oleh karena mereka ini dibawah naungan PT.outsorching, maka pihak perusahaan tak mau bertanggung jawab atas pesangon dan kompensasi itu,” ujar Gatot kepada wartawan, seusai berorasi di PT DP tersebut.

Selain upah makan yang belum dibayarkan lanjut Gatot, pihaknya menuntut beberapa poin yakni, penghapusan sistim outsorching yang menyengsarakan nasib buruh, pengankatan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap dan pekerjakan kembali karyawan yang di PHK.
“Saya meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten UU Nomor 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan Tangerang, agar lebih tegas lagi menindak pengusaha nakal. Jangan tutup mata atas penderitaan yang dialami buruh saat ini. Ketika, aksi ini tak ditanggapi juga, maka kami akan melanjutkan aksi ini hingga empat hari kedepan,” katanya.

General Affair PT.Dharma Polimetal Suyoto mengatakan, setelah diadakan pertemuan secara internal maka pihak management akan kembali mempekerjakan kembali karyawan yang dirumahkan pada jumat lalu mulai pada tanggal 1 Oktober 2012, namun keputusan ini ditolak oleh karyawan dengan alasan tidak mau bekerja dengan status kontrak.

 

“Kami akan merubah status karyawan kontrak menjadi karyawan tetap harus dengan prosedur yang telah ditetapkan yaitu setiap karyawan harus mengikuti test secara tertulis terlebih dahulu, namun karyawan outsourching menolak”, pungkas suyoto.

 

Berdasarkan hasil pantauan wartawan bahwa sempat terjadi kericuhan antara karyawan dengan anggota Dalmas Polres Kota Tangerang ketika para karyawan hendak melakukan aksi dorong pintu masuk dengan harapan pihak management dapat menyetujui seluruh tuntutan para karyawan kontrak yang menyebabkan beberapa pengunjuk rasa mengalami lebam. (Aditya/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 12 + 8 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.