IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Gara-Gara Saham Lahan Sengketa

Indonesiabicara.com-Deli Serdang (19/9/12) Beny Tanjung (30) warga Jalan Platina I, Lingk. IX, Kel. Titipapan, Kec. Medan Deli dihujani tikaman pada bagian jari tangan, lengan dan punggung manjalani perawatan di klinik terdekat rumahnya. Peristiwa dipicu persoalan rabutan saham di lahan sengketa yang dialami bapak anak 4 itu telah dilaporkan ke Mapolsek Medan Labuhan, Selasa (18/9) siang.

Ceritanya, Senin (17/9) sore, Beny menerima telepon ketika menjaga lahan sengketa antara warga setempat dengan pijak Edi Susanto selama setahun belakangan ini. Dari seberang telepon pelaku menanyakan keberadaannya, Beny mengaku sedang berada di lahan yang sedang dijaganya.

Ternyata yang menelpon tersebut adalah pelaku yang tak terima Beny mengambil alih lahan yang selama ini dijaga para pelaku yang dialihkan kepada Beny oleh pihak Edi Susanto. Setelah mengetahui Beny berada di lahan tersebut, para pelaku diantaranya, Boy, Arif, Santo alias Juragan dan Yudi alias Bodong datang dengan dilengkapi parang dan punggung ekor ikan pare untuk menyerang Beny selaku ketua yang dipercayakan menjaga lahan tersebut.

Secara tiba – tiba, para pelaku langsung mendatangi Beny sedang duduk di posko bersama temannya di lahan seluas belasan hektar tersebut. Para Pelaku langsung mengejar Beny sehingga teman – temannta berlarian, dengan parang dan ekor ikan pare, pelaku langsung menyerang Beny hingga tangan, lengan dan pantatnya dihujani tikaman.

Dengan kondisi tak sanggup melakukan perlawanan dari para pelaku, Beny bersimbah darah berusaha menyelamatkan diri berusaha kabur ke rumah abangnya Ucok yang tak jauh dari lokasi lahan tersebut. Ternyata pelaku diduga mau menghabisinya tetap mengejar Beny yang berhasil masuk ke dalam rumah abangnya.

Ternyata pelaku terus mengejar dan kembali melakukan keonaran dengan mengahncurkan kursi plastik dan melempari rumah tempat bersembunyinya Beny. Karena pelaku telah membuat onar, Ucok keluar mencoba menenangkan para pelaku, malah ditantang oleh pelaku. “Abang saya pun diancam mereka, kata mereka saya mau dihabisi dan bukan urusan abang saya sambil mengancam parang,” kata Beny diklinik tempatnya dirawat memperagakan ancaman yang dikatakan pelaku .

Keributan itu mengundang tontonan warga, pelaku membubarkan diri. Beny mengalami luka serius akibat hujanan tikaman langsung dilarikan ke klinik terdekat. Selanjutnya pihak keluarga melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Medan Labuhan. “Mereka tak senang saja dengan saya, karena mereka tak lagi menjaga lahhan itu dan dialihkan sama saya, jadi mereka sengaja buat rusuh agar mereka yang jaga lahan itu,” kata bapak anak 4 ini dengan kondisi jari tangan kanan 6 jaitan, lengan tangan kiri 3 jaitan dan punggung dibalut perban.

Terpisah, warga yang ditanyai soal lahan itu mengaku lahan tersebut masih berstatus sengketa, dimana lahan tersebut adalah milik warga yang diserobot oleh pihak Edi Susanto dengan dasar yang tak jelas, sehingga pemilik tanah membayar premas bayaran agar warga tak dapat mengambil alih lahan itu. “Masalah lahan itu sedang dipersoalkan di pengadilan, tapi pihak Edi sudah mencoba menguasai,” ungkap pria yang tak ingin namanya dikorankan yang juga punya hak atas lahan teresbut. (h3rd4)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 13 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.