IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

KAMMI Tangsel : “Ada Krisis Kemanusiaan Di Myanmar, Suriah dan Palestina”

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan (20/07/12). Menyikapi terjadinya tragedi kemanusiaan di beberapa negara didunia seperti Myanmar, Palestina dan juga Suriah. Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Tangerang Selatan (Tangsel), mengeluarkan pernyataan sikapnya. Seperti yang dijelaskan oleh Ketua PD KAMMI Tangsel Imron Hasyim bahwa  telah terjadi krisis kemanusiaan yang melanda umat Islam di dunia.

“Di Myanmar, etnis Rohingya yang mayoritas beragama Islam disebutkan sebagai etnis minoritas paling menderita di dunia saat ini, mereka ditolak kewarganegaraannya di wilayah mereka sendiri, dirampas haknya atas tanah mereka sendiri, dan mengalami diskriminasi sejak 30 tahun terakhir. Kini terjadi tragedi kemanusiaan di Myanmar kian bertambah buruk, etnis Rohingya yang mayoritas umat Islam dilarang menjalankan Ibadah mereka, bahkan kini terjadi pembantaian massal dan pengusiran terhadap etniz Rohingya dari tanah mereka sendiri, pasokan makanan ditutup, ribuan rumah di bakar, ratusan orang dibunuh dan dibakar, ratusan ribu etniz Rohingya kini menjadi pengungsi”, jelas Imron

“Sementara itu di  Suriah juga terjadi krisis kemanusiaan, dengan adanya penindasan  oleh pemerintahan Otoritas Suriah Rezim Bashar Al Assad menunjukkan tergolong kejahatan berat kemanusiaan”, kata Imron.

Imron menuturkan bahwa puluhan ribu korban luka-luka, puluhan ribu dinyatakan hilang, serta ratusan ribu yang ditangkap dan dipenjara.  Begitupun dengan Palestina, hingga kini penjajahan atas tanah Palestina belum berakhir, dengan dukungan dari Amerika Serikat. Blokade bantuan kemanusiaan, pembunuhan dan pembantaian terhadap laki-laki, wanita, anak-anak, serta orang tua masih saja terjadi, perluasan wilayah dengan mengusir warga Palestina dari rumah dan tanah mereka sendiri.

“Oleh karena itu, PD KAMMI Tangsel mengeluarkan pernyataan sikap yaitu mengutuk keras tindakan  militer di Myanmar, rezim Assad di Suriah, penjajah Israel di Palestina”, tutur Imron.

Pernyataan sikap KAMMI Tangsel yang lain diantaranya adalah Menuntut pemerintah Myanmar untuk mengakui kewarganegaraan etnis Rohingya dan menghentikan segala bentuk diskriminasi terhadap etnis Rohingya, Mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk berperan aktif membantu penyelesaian tragedi kemanusiaan di Myanmar, Suriah, dan Palestina;  Menuntut PBB untuk mengirimkan pasukan perdamaian untuk mengamankan situasi di Myanmar, Suriah, dan Palestina serta menyeret pelaku kejahatan kemanusiaan ke pengadilan serta Menyerukan kepada seluruh umat Islam di dunia untuk memberikan bantuan kepada umat Islam yang tertindas di seluruh dunia, minimal dengan do’a di bulan suci Ramadhan ini.

PD KAMMI Tangsel sore hari ini menggelar aksi damai didepan Kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jl. Haji Agus Salim, Menteng Jakarta Pusat. PD KAMMI  Tangsel memberikan pernyataan sikap tersebut dan diterima oleh  Sekretaris Kedubes Myanmar, Dedi R Guritna (rintho)

Perwakilan PD KAMMI  Tangsel memberikan pernyataan sikap dan diterima oleh  Sekretaris Kedubes Myanmar, Dedi R Guritna

Perwakilan PD KAMMI Tangsel memberikan pernyataan sikap dan diterima oleh Sekretaris Kedubes Myanmar, Dedi R Guritna

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 9 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.