IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

PRP Tolak Kenaikan BBM

Aksi simpatik PRP, bentuk penolakan terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi

IndonesiaBicara.com-Balaraja, (12/03/12). Rencana kenaikan harga BBM yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 April 2012 oleh Pemerintah, mendapatkan penolakan dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) dalam bentuk aksi simpatik yang dilakukan di akses keluar masuk Tol Balaraja Barat KM 24, Senin sore (12/03).

Ketua PRP Kabupaten Tangerang Yuan Setiawan kepada IndonesiaBicara.com mengatakan, hari ini kami melakukan aksi simpatik dalam bentuk membagikan selebaran kepada masyarakat dengan tujuan menolak dengan adanya rencana kenaikan BBM yang dikhawatirkan akan berimbas ke semua kalangan, ujarnya.

“Dengan aksi hari ini diharapkan masyarakat sekitar Kabupaten Tangerang dapat merespon dengan adanya rencana kenaikan BBM yang hanya akan membuat rakyat menjadi sengsara,” tambah ketua PRP.

Saat ini Pemerintah harus bertanggung jawab atas kinerja yang telah dilakukan selama ini yang tidak pro dengan rakyat kecil yang hanya menyebabkan masyarakat menjadi susah dengan menaikan harga BBM, pungkasnya.

Direncanakan Pemerintah akan berencana menaikan harga BBM bersubsidi antara Rp 1000 sampai Rp 1500 dengan tujuan menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang mengalami kenaikan, sebagai akibat krisis ekonomi di Eropa.

Sementara itu, Ketua FSBKU Kabupaten Tangerang Koswara mengatakan, bahwa anggaran negara menjadi sekarat disebabkan oleh kelakuan pejabat-pejabat negara yang korup dan bergaya hidup mewah diatas penderitaan rakyat.

Berdasarkan data Kementrian ESDM saat ini hampir 70 persen sumur migas yang ada di Indonesia telah dikuasai oleh perusahaan minyak dan gas asing, yang berarti selama ini kita selalu dirugikan oleh perusahaan-perusahaan asing yang selalu membayar pajak dibawah ketentuan dalam UU No 7/1983 tentang pajak penghasilan yaitu sebesar 20 persen, tambah Koswara.

Dalam selebarannya, Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan beberapa sikap seperti menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi oleh rezim neoliberal, menyerukan agenda nasionalisasi seluruh aset-aset perusahaan asing yang merugikan rakyat pekerja Indonesia, bangun kekuatan politik alternatif dari persatuan gerakan rakyat Indonesia untuk menumbangkan rezim neoliberal dan menghancurkan neoliberalisme dan kapitalisme-neoliberalisme telah gagal untuk mensejahterakan rakyat, dan hanya dengan sosialisme-lah maka rakyat akan sejahtera. (Aditya)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 10 + 3 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.